Virus Corona

Menkes Ancam Cabut Izin Operasional Laboratorium yang Tak Masukkan Hasil Tes Covid-19 ke Sistem

Instruksi ini muncul, menyusul adanya laporan banyak masyarakat yang melakukan tes PCR, tapi tidak mau hasilnya tercantum di aplikasi PeduliLindungi.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Ramadhan L Q
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengancam bakal mencabut izin operasional laboratorium pemeriksaan tes Covid-19, yang tidak memasukkan hasil tes PCR ke dalam sistem New All Record (NAR) Kemenkes. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengancam bakal mencabut izin operasional laboratorium pemeriksaan tes Covid-19, yang tidak memasukkan hasil tes PCR ke dalam sistem New All Record (NAR) Kemenkes.

Kementerian Kesehatan akan segera mengirimkan surat instruksi kepada semua lab pemeriksaan PCR yang mendapatkan izin dari Kemenkes, untuk memasukkan data pemeriksaannya ke dalam NAR.

"Kalau sampai kita menemukan mereka tidak memasukkan hasil tes PCR, kami akan bekukan izinnya.

"Dan kalau tetap tidak patuh, izin operasionalnya akan kita cabut."

"Lab wajib memasukkan data semua orang yang dites PCR," ujar Budi, Senin (11/7/2022), dikutip dari laman kemkes.go.id.

Instruksi ini muncul, menyusul adanya laporan banyak masyarakat yang melakukan tes PCR, tapi tidak mau hasilnya tercantum di aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Tambah Jadi 158, Cuma Ada Satu di Jawa

Mereka meminta lab pemeriksaan tidak melaporkan hasilnya ke dalam sistem NAR Kemenkes, sehingga hasilnya tidak muncul di PeduliLindungi.

Pasien dengan hasil PCR positif di PeduliLindungi akan terlabel 'hitam.

Dengan label ini, pasien tidak dapat masuk ke mal, perkantoran, hotel, dan transportasi umum, untuk mencegah mereka menularkan Covid-19 kepaa orang lain.

Baca juga: Pembacaan Putusan Sidang Etik Lili Pintauli, Firli Bahuri Datangi Kantor Dewan Pengawas KPK

"Ini harus didisiplinkan, kalau ada seperti itu (lab tidak memasukan hasil ke sistem) harus langsung ditegur."

"Kami menemukan kasus ada pasien yang mengeluh sakit tapi dites di lab mana tidak dilaporkan, dan tidak ada di PeduliLindungi," ungkap Budi.

Mulai hari ini Kementerian Kesehatan akan memonitor dengan ketat, lab mana saja yang tidak memasukkan hasil tes PCR ke dalam NAR. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved