Idul Adha

Firli Bahuri Sebut Iduladha Sarat Makna Antikorupsi, Koruptor Tamak Tak Takut Dipenjara

Menurut Firli, teladan yang diberikan keluarga Ibrahim beserta keutamaan Iduladha jadi momentum baik bagi kebangkitan umat untuk melawan korupsi

YouTube@Sekteratriat Presiden
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan Iduladaha sarat makna dan nilai antikorupsi. Koruptor tamak kata Firli lebih takut dimiskinkan daripada di penjara 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan Iduladha memiliki makna tersendiri baginya terutama terkait korupsi.

Ia mengaku takjub dengan kisah di balik perayaan tersebut karena mengajarkan banyak hal, utamanya nilai-nilai antikorupsi

Menurut Firli, kisah Iduladha menampilkan sejumlah aktor, yaitu Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail pada peran protagonis serta setan pada peran antagonis.

Kisah itu diakuinya tak pernah lekang dalam benak Firli. 

“Cerita Nabi Ibrahim Alaihis Salam (AS) dan Ismail AS, kisah 25 nabi yang diceritakan ayah-ibu sewaktu saya kecil, sebagai dongeng pengantar tidur, di mana kisah menakjubkan ini, masih kuat melekat dalam benak dan ingatan saya,” kata Firli, Senin (10/7/2022). 

Menyelami kisah itu, Firli menyatakan keluarga Ibrahim tak pernah sekalipun melakukan korupsi.

Termasuk di saat krusial sewaktu menjalankan perintah Allah untuk menyembelih sang buah hati. 

Baca juga: Lili Pintauli Siregar Mundur, Firli Bahuri Minta Masyarakat Tidak Berikan Gratifikasi kepada KPK

Padahal, lanjutnya, bisa saja mereka mengorupsi perintah tersebut, mengingat tidak ada satu pun manusia mengetahui peristiwa itu.

Apalagi setan yang terkutuk sangat getol menggoda ketiganya. 

“Tidak sedikit nilai-nilai dari tauladan kehidupan keluarga Nabi Ibrahim AS. Tentang teguhnya sebuah tekad, keyakinan, keikhlasan serta kerelaan luar biasa yang sejatinya dimiliki oleh setiap manusia, untuk menangkal semua bujuk rayu dan godaan setan agar kita berperilaku koruptif dan berani melakukan korupsi, kejahatan kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Firli, teladan yang diberikan keluarga Ibrahim beserta keutamaan Iduladha jadi momentum baik bagi kebangkitan umat untuk melawan sifat tamak dalam diri. 

Baca juga: Pembacaan Putusan Sidang Etik Lili Pintauli, Firli Bahuri Datangi Kantor Dewan Pengawas KPK

Tamak disebut Firli sebagai sifat kebinatangan yang harus dipenggal karena menjadi akar perilaku korupsi.

“Manusia yang memiliki tabiat tamak, tentunya memiliki perilaku koruptif, tidak akan puas dengan apa yang ada, selalu kurang terhadap apa yang telah dimiliki,” katanya. 

Dia menegaskan, esensi Iduladha bukan terletak pada penyembelihan hewan kurban seperti sapi atau kambing.

Baca juga: Novel Baswedan Bilang Firli Bahuri Merasa Diserang Saat KPK Tangkap Tangan Edhy Prabowo

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved