Idul Adha

Muhadjir Effendy Minta Perbedaan Hari Raya Iduladha Tahiun Ini Tidak Perlu Diributkan

Dirinya mengatakan Umat Islam di Indonesia dapat melaksanakan ibadah Hari Raya Iduladha sesuai pilihan masing-masing.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta perbedaan waktu pelaksanaan Hari Raya Iduladha tahun ini, tak dijadikan polemik. 

"Waktu di Indonesia lebih cepat empat jam, tetapi hilal justru mungkin terlihat lebih dahulu di Arab Saudi."

"Karena terlihatnya di sebelah barat pada saat matahari terbenam, atau dikenal dengan istilah ghurub asy-syams," jelas Adib melalui keterangan tertulis, Jumat (1/7/2022).

Baca juga: Saksikan Langsung Puing Akibat Perang di Ukraina, Jokowi: Sangat Menyedihkan

Adib menjelaskan, semakin ke arah barat dan bertambahnya waktu, maka posisi hilal akan semakin tinggi dan semakin mudah dilihat.

Sementara, letak geografis Arab Saudi berada di sebelah barat Indonesia.

Sehingga, menurut Adib, pada tanggal yang sama, posisi hilal di sana lebih tinggi.

Baca juga: Ditanya Soal Capres PDIP, Bambang Pacul Ungkit Pengalaman Megawati Keluar Masuk Istana

"Jadi kurang tepat jika memahami karena Indonesia lebih cepat empat jam dari Arab Saudi, maka Indonesia mestinya melaksanakan Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah juga lebih awal."

"Jelas pemahaman ini kurang tepat,” papar Adib.

Adib mengatakan, berdasarkan data hisab, pada akhir Zulkaidah 1443 Hijriah ketinggian hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit sampai 3 derajat 13 menit, dengan elongasi antara 4,27 derajat sampai 4,97 derajat.

Baca juga: Tak Ingin Dicurigai Dukung Calon Tertentu Jadi Alasan Projo Gelar Musra di Solo

“Sementara pada tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dari posisi yang ada di Indonesia."

"Jadi kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar,” terang Adib.

Sebelumnya, Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah jatuh pada 10 Juli 2022.

Baca juga: Bakal Gelar Musyawarah Rakyat, Projo Tegaskan Tak Dibiayai Pihak Istana

Ketetapan ini diambil setelah Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat Awal Zulhijah pada Rabu (29/6/2022).

"Secara mufakat bahwa 1 Zulhijah jatuh pada Jumat 1 Juli 2022 Masehi,” ujar Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, dalam konferensi pers di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (28/6/2022). (Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved