Gara-gara Kasus ACT, Masyarakat Kini Lebih Berhati-hati Berdonasi kepada Lembaga Kemanusiaan

Kini, banyak masyarakat yang mulai mengurangi donasi kepada lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan.

Editor: Yaspen Martinus
act.id
Dampak kasus dugaan penyelewengan donasi di Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), mulai terasa. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dampak kasus dugaan penyelewengan donasi di Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), mulai terasa.

Kini, banyak masyarakat yang mulai mengurangi donasi kepada lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan.

Hal itu diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta. Ia mengatakan, kepercayaan masyarakat kepada lembaga amal mulai menurun.

"Karena kita di Baznas ini kita jadi koordinator, dan juga menjadi operator."

"Kita tahu masyarakat mengurangi kepercayaannya kepada lembaga, para donatur itu mengurangi, seperti tersentak begitu," ungkap Arifin dalam diskusi daring bertajuk 'Polemik Pengelolaan Dana Filantropi' di kanal YouTube Survei Kedai Kopi, Sabtu (9/7/2022).

Arifin kemudian mencontohkan target-target yang ingin dicapai oleh Baznas pun kini tidak tercapai, karena banyak masyarakat yang kini lebih berhati-hati dalam memberikan donasi.

Baca juga: ATURAN Terbaru Perjalanan Dalam Negeri di Masa Pandemi, Baru Divaksin Dosis Pertama Wajib Tes PCR

"Seperti dalam konteks kurban, biasanya di H-3 kita sudah mendapatkan 80 persen dari target."

"Barusan kita cek, kita baru mendapatkan 47 persen dari target, walaupun akan melebihi tahun lalu, tetapi terasa dampaknya bahwa masyarakat sekarang lebih hati-hati," jelas Arifin.

Meski begitu, Arifin meyakini kedermawanan masyarakat Indonesia sejatinya tidak akan berubah.

Baca juga: ATURAN Lengkap Perjalanan Luar Negeri di Masa Pandemi Covid-19, Berlaku Mulai 17 Juli 2022

Sebab, kedermawanan warga masih banyak didorong oleh praktik keagamaan.

"Yang turun kepercayaan terhadap lembaga, sedangkan kebaikan manusia Indonesia itu rasanya akan tetap."

"Karena berdasarkan catatan indeks kemarin, dicatat bahwa kedermawanan Indonesia itu didorong oleh praktik-praktik beragama."

Baca juga: Pemerintah Ubah Hari Libur Iduladha 1443 Hijriah, dari 9 Juli Jadi 10 Juli 2022

"Kedermawanan ini mungkin akan bergeser sedikit kedermawanan individual," beber Arifin.

Arifin menuturkan, pihaknya telah mengumpulkan pegiat kemanusiaan untuk dapat memperbaiki keadaan tersebut. Khususnya, untuk dapat mengedukasi masyarakat agar tak takut dalam berdonasi.

"Kita sudah kumpul juga kepada pegiat, bahwa kita berusaha menyampaikan kepada masyarakat, bahwa masih banyak lembaga yang baik, bisa bekerja baik, mengerti regulasi dan mempunyai self control dalam pengelolaan di luar yang sudah diikat oleh aturan," bebernya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved