ACT Diduga Selewengkan Donasi, Deputi Bidang Pengumpulan Baznas: Ini Tragedi

Arifin mengaku telah lama berjuang membentuk kader-kader kemanusiaan di Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
act.id
Deputi Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta mengaku sedih, atas kasus dugaan penyelewengan donasi di lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Deputi Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta mengaku sedih, atas kasus dugaan penyelewengan donasi di lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Menurut Arifin, kasus tersebut seperti sebuah tragedi yang akan berdampak langsung terhadap kelangsungan kegiatan kemanusiaan di Indonesia.

"Memang ini bagian dari tragedi, sama kayak Pak Hensat bilang dalam pembukaan ini."

"Begitu meledak, saya seperti luluh sumsum tulangnya, langsung lemas," kata Arifin dalam diskusi daring bertajuk 'Polemik Pengelolaan Dana Filantropi' di kanal YouTube Survei Kedai Kopi, Sabtu (9/7/2022).

Arifin mengaku telah lama berjuang membentuk kader-kader kemanusiaan di Indonesia.

Bahkan, katanya, sudah banyak anak muda yang mulai berkeinginan menjadi pejuang pembela kemanusiaan.

Baca juga: ATURAN Terbaru Perjalanan Dalam Negeri di Masa Pandemi, Baru Divaksin Dosis Pertama Wajib Tes PCR

"Karena apa? karena kami dari muda ini mengkader pegiat kemanusiaan, mengkader pegiat zakat, yang dulunya anak-anak pintar harus menjadi politikus, harus menjadi businessman.

"Sebenarnya ada jalur yang bisa menjadi pemimpin, yaitu melalui jalur kesadaran membela masyarakat dan sebagainya," ungkap Arifin.

Kasus ACT, kata dia, telah mengubah segalanya. Tak hanya mengenai masyarakat takut berdonasi, akan tetapi banyak anak muda yang kini mulai berpikir ulang menjadi pejuang kemanusiaan.

Baca juga: ATURAN Lengkap Perjalanan Luar Negeri di Masa Pandemi Covid-19, Berlaku Mulai 17 Juli 2022

"Di Amerika sudah ada presiden dari NGO. Jadi kami memimpikan lahirnya kader-kader orang baik."

"Nah, begitu terjadi tragedi ini, maka bukan saja donaturnya jadi berhenti, anak-anak muda yang dulu kita dorong ini, yang dulu bercita-cita menjadi amil zakat, sekarang ini mulai mikir-mikir lagi."

"Kata-kata tragedi ini lebih besar daripada turunnya donasi," paparnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved