Perampokan

Tiga Rampok Gasak Emas 5 Kg di Rumah Tanjung Duren, Uang untuk Beli Rumah Seharga Rp 500 Juta

Aksi perampokan skala besar terjadi di Tanjung Duren. Tiga rampok berhasil gasak 5 kg emas, uangnya bisa beli rumah dan sekolahkan anak di luar negeri

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Kompas.com
Ilustrasi emas batangan - Polisi berhasil menangkap tiga perampok yang berhasil menggasak emas seberat lima kilogram di Tanjung Duren. Uang hasil kejahatan itu dipakai foya-foya dan membeli rumah. 

WARTAKOTALIVE.COM< JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat menciduk tiga pelaku pencuri rumah kosong di kawasan Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (4/7/2022).

Polisi berhasil menangkap ketiga pelaku di lokasi berbeda yaitu Jakarta, Bekasi dan Cikarang (Jawa Barat).

Baca juga: Warsid Yakinkan Konsumen yang Hendak Beli Hewan Kurban dengan Surat Kesehatan Bebas PMK

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Joko Dwi Harsono mengatakan, pelaku berhasil membawa kabur emas seberat lima kilogram.

"Total pelaku ada empat tapi satu masih DPO," ujarnya, Jumat (8/7/2022).

Emas sebanyak itu sudah dibagi keempat pelaku secara merata, dan uangnya digunakan untuk kebutuhan hidup dan membeli barang mewah.

Misalnya salah satu pelaku membeli rumah di kawasan Cikarang, Jawa Barat, seharga Rp 500 juta.

"Pelaku juga membawa surat tanah milik korban, jadi berangkas barang berharga dibawa semuanya," ucap Joko.

Kemudian, salah satu pelaku juga ada yang mengirim uang ke anaknya di luar negeri untuk biaya pendidikan di sana.

Pelaku Residivis

Komplotan pencuri rumah kosong yang telah merugikan korban miliaran rupiah di kawasan Tanjung Duren ternyata residivis dalam kasus yang sama.

Pelaku pernah ditangkap Polres Metro Jakarta Barat beberapa tahun lalu dan divonis penjara selama empat tahun.

"Jadi modusnya gini dia memang sudah survei tuh, dia bahkan ngontrak rumah di sini, jadi dia dari Jawa Tengah ngontrak rumah. Dia bolak balik ke lokasi pastikan bahwa ini rumah kosong. Kemarin itu brankasnya dibawa," tutur Joko.

Baca juga: Jadi Syarat Naik Pesawat, Bandara Soekarno Buka Pos Sentra Vaksin Booster di 3 Terminal

Para pelaku yang sudah pengalaman ini telah memiliki starategi untuk membobol rumah korbannya.

Selama beberapa hari, rumah korban dipantau dan setelah dinyatakan tak ada pemilik rumah maka komplotan ini beraksi. 

"Engga engga senpi, kalau senpi kita tindak tegas," kata alumni Akpol 2004.

Pelaku masuk ke dalam rumah dengan memanjat pagar dan bekas tapak sepatunya menempel.

Hal ini membantu aparat kepolisian untuk melacak keberadaan pelaku dan juga mencaru CCTV di sekitar lokasi.

Sebab, pelaku mencopot CCTV di rumah korban dan membawanya kabur bersama barang berharga korban. 

"Inisialnya S alias Y, AM alias R, BW alias T itu tiga yang sudag ketangkep, untuk DPO namanya Siswanto," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved