Pemulung

Polisi Kesulitan Ungkap Pemulung Bersimbah Darah di Trotoar Jalan Gatot Subroto, Korban Belum Sadar

Polisi masih terus mendalami temuan seorang pemulung yang bersimbah darah di trotoar Jalan Gatot Subroto, hingga kini belum ada petunjuk.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Valentino Verry
kompas.com
Ilustrasi pemulung - Polisi menunggu kesadaran seorang pemulung yang diduga menjadi korban kecelakaan dan ditemukan di pinggir trotoar Jalan Gatot Subroto. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polisi masih menyelidiki kasus pemulung yang tergeletak bersimbah darah di trotoar Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Belum, masih lidik. Korbannya masih belum sadar. Nanti kalau sudah ada info pasti saya kabarin," ujar Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan AKP Budi Laksono, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Fauzan Lubis Ungkap Kerinduan untuk Pulang Saat Jalani Rehabilitasi, Akan Jadi Lagu Baru Sisitipsi?

Saat melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya mendapati kondisi pemulung tersebut lemah tak berdaya.

Tampak pemulung tanpa identitas itu ada memar di bagian muka.

Pemulung tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati guna mendapatkan perawatan.

Lebih lanjut, Budi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mencari saksi soal penemuan pemulung itu.

Hal tersebut untuk memastikan penyebab pemulung tergeletak di jalan itu.

Pasalnya, di sekitar lokasi diketahui tak ada kamera pengawas CCTV.

"Sementara belum (periksa saksi), karena itu kan yang ditemukan sudah tergeletak. Dipukul atau tabrak lari kan, kalau menurut dugaan awal sih tabrak lari, tapi kan kita masih dalam penyelidikan," katanya.

"Sudah disisir (di sekitar lokasi), tapi nggak dapat CCTV, itu kan dekat Pospol tuh," sambung dia.

Sebelumnya, seorang pria tanpa identitas ditemukan tergeletak bersimbah darah di trotoar Jalan Gatot Subroto, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2022) malam.

Diketahui, pria tersebut merupakan seorang pemulung yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Baca juga: Beberkan Rekam Jejak Puan, Bambang Pacul: Tujuh Tahun Lalu Dikau Percaya Jokowi Jadi Presiden?

Ketua RW 02 Kuningan Barat, Eddy Latuheru (68) mengatakan, pria itu diduga dianiaya oleh sesama pemulung.

Hal tersebut berdasarkan penuturan dari driver ojek online yang pertama kali menemukan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved