Hewan Kurban

Penjualan Hewan Kurban Anjlok Akibat PMK, Dedie A Rachim Minta Masyarakat tak Takut Konsumsi Daging

Plh Wali Kota Bogor Dedia A Rachim minta masyarakat tak takut mengonsumsi daging sapi atau kambing, karena PMK tak menular ke manusia.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Valentino Verry
warta kota/cahya nugraha
Plh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim prihatin melihat penjualan hewan kurban yang anjlok tahun 2022 ini akibat wabah PMK. 

Sementara itu, Anas mengakui bawah terjadi penurunan data penjualan hewan kurban hinggal tanggal 5 Juli 2022.

"Saat ini kurang lebih sebanyak 3.500 hewan kurban terjual,” ujarnya.

Baca juga: Ditlantas Bakal Rapat dengan Bapenda untuk Bahas Syarat Perpanjangan Pajak Wajib Lampirkan Uji Emisi

“Saya berharap dengan adanya sosialisai ini mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sebelum hari H nya bisa meningkatkan penjualan hingga 4.500-5.000 ekor seperti tahun lalu," ucap Anas.

Polresta Bogor Kota akan turut membantu dalam segi keamanan pelaksanaan salat Hari Raya Iduladha dan pelaksanaan kurban di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro menuturkan bahwa terkait antisipasi PMK jajaran Kepolisian Polresta Bogor Kota, sudah menggelar berbagai operasi preventif bekerjasama dengan dinas terkait.

"Kemudian yang kemarin disekat, kini akan kami kawal, sehingga pada hari ini kami berupaya mempermudah. Tujuannya, untuk membantu apabila masyarakat akan mendatangkan hewan dari luar daerah ke Kota Bogor," ucap Susatyo.

Ilustrasi lapak hewan kurban.
Ilustrasi lapak hewan kurban. (Wartakotalive/Leonardus Wical Zelena Arga)

Kemudian, Susatyo menjelaskan bahwa setelah nanti dikawal oleh petugas akan ada asesmen singkat yang akan dilakukan oleh para tenaga dokter hewan yang sudah tersebar di wilayah Kota Bogor.

"Tetap akan dicek kesehatan hewan tersebut, ada pula call center nya sehingga kami berharap animo masyarakat untuk berkurban kembali meningkat," ucap Susatyo.

Jajaran kepolisian Polresta Bogor sudah permudah mekanisme pengawasannya.

"Bagaimana mekanisme kami untuk proaktif membantu penjual dan pembeli agar nantinya masyarakat tidak perlu lagi khawatir untuk berkurban di Hari Raya Ini," ungkap Susatyo

Disampaikan sebelumnya oleh Plh Walikota Bogor, Dedie A Rachim di Balaikota Bogor, bahwa pada tahun 2022 terdapat penurunan yang signifikan terkait hewan kurban dikarenakan ada wabah Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK).

"tetapi data dan fakta di lapangan ternyata kekhawatiran kita ini tidak seharusnya sebesar itu. Sebab masih kita pastikan dengan ruang yang cukup besar bahwasanya hewan kurban ini masih dapat kita konsumsi secara layak dan juga tentu masyarakat masih aman untuk menikmati dagingnya," ucap Dedie.

Kemudian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Anas S Rasmana mengakui bawah terjadi penurunan data penjualan hewan kurban hinggal tanggal 5 Juli 2022.

"Saat ini kurang lebih sebanyak 3500 hewan kurban terjual. Saya berharap dengan adanya sosialisai ini mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sebelum hari H nya bisa meningkatkan penjualan hingga angka 4500-5000 seperti tahun lalu," ucap Anas.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved