Lifestyle

Bersiap! Agustus akan Diadakan Bulan Imunisasi Anak Indonesia di Pulau Jawa, Gratis

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi Covid-19

dok. Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat meninjau vaksinasi anak di SD Petra, Jalan Taman Majapahit, Pedurungan Lor, Senin (3/1/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Saat Pandemi Covid-19  membuat cakupan imunisasi berkurang.

Dikhawatirkan terjadi kejadian luar biasa (KLB) penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi Covid-19, dengan jumlah terbanyak di Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

Padahal, pemberian imunisasi dasar seperti Hepatitis B, BCG, Polio, Pertusis, Difteri, Campak, Tetanus, dan Rubela terbukti dapat melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya tersebut.

Baca juga: Banyak Penolakan Masyarakat, Sekda Jabar: Luruskan Informasi yang Tidak Tepat Terkait Imunisasi

Baca juga: DAFTAR 14 Vaksin Imunisasi Rutin Wajib di Indonesia, Tahun Ini Ditambah Tiga

Dr. Prima Yosephine, MKM – Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI mengatakan, berdasarkan Buletin data Imunisasi per tanggal 9 Mei 2022, menunjukkan gap yang semakin besar antara target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dengan Cakupan IDL pada bulan Januari-Desember 2021, yaitu sebesar 9,8 persen.

Ini artinya jumlah cakupan lebih sedikit dari target imunisasi nasional.

Ini menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Di awal tahun 2022 kasus campak dan rubella yang dikonfirmasi laboratorium meningkat lebih 15 kali lipat dibandingkan keadaan pada periode yang sama di tahun 2021 yang lalu.

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Capaian Imunisasi Dasar Lengkap Baru Capai 58,4 Persen per Oktober 2021

Demikian juga kasus suspek difteri pada minggu ke 1 sampai minggu ke 18 tahun 2022 meningkat 60 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021.

"Oleh karena itu pelaksanaan BIAN harus berhasil mencapai target 95 persen untuk imunisasi tambahan campak dan rubella dan target 80 persen untuk imunisasi kejar OPV, IPV dan DPT-HB –Hib, agar kita dapat meningkatkan imunitas anak2 kita dan menutup gap imunitas yang terjadi," papar Dr. Prima, Kamis (7/7/2022).

BIAN adalah Bulan Imunisasi Anak Indonesia.

Program BIAN 2022 memiliki sasaran pelaksanaan yaitu:

1) Imunisasi Tambahan Campak Rubela diberikan untuk anak umur 9 bulan sampai dengan kurang dari 12 tahun.

2) Melengkapi imunisasi Polio dan DPT - HB - Hib bagi anak umur 12 sampai dengan 59 bulan. Khusus Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau sampai kurang dari 15 Tahun. 

Baca juga: Pemberian Vaksin Kombinasi dan Suntikan Ganda Jadi Pilihan untuk Mengejar Imunisasi yang Tertinggal

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved