Kamis, 28 Mei 2026

Idul Adha

Perbanyak Takbir Mutlak di 10 Hari Awal Dzulhijjah 1443 H, Ini Penjelasan Ustadz Risa Basalamah

Dikatakan Ustaz Syafiq Basalamah, ada dua macam takbiran di 10 hari pertama Dzulhijjah, apa saja takbiran itu?

Tayang:
instagram @syafiqrizabasalamah_official
Ustadz Syafiq Riza Basalamah membahas takbir mutlak di bulan Dzulhijjah 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Salah satu amalan di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah melantunkan takbir sebanyak-banyaknya. 

Ustaz Syafiq Riza Basalamah menjelaskan terkait pentingnya perbanyak takbiran bagi ummat muslim.

Dikatakan Ustaz Syafiq Basalamah, ada dua macam takbiran di 10 hari pertama Dzulhijjah, apa saja takbiran itu?

Mengenai dua macam takbiran di 10 hari pertama Dzulhijjah tersebut dijelaskannya di akun instagram resminya di @syafiqrizabasalamah_official.

"TAKBIRANNYA ADA 2 MACAM. APA SAJA ITU?

1. Takbiran yang tidak terikat waktu (takbir mutlak)⁣⁣
ㅤ⁣⁣
Takbiran yang tidak terikat waktu adalah takbiran yang dilakukan kapan saja, dimana saja, selama masih dalam rentang waktu yang dibolehkan.⁣⁣
ㅤ⁣⁣
Takbir mutlak menjelang idul Adha dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah sampai waktu asar pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Selama tanggal 1 – 13 Dzulhijjah, kaum muslimin disyariatkan memperbanyak ucapan takbir di mana saja, kapan saja dan dalam kondisi apa saja.

Boleh sambil berjalan, di kendaraan, bekerja, berdiri, duduk, ataupun berbaring. demikian pula, takbiran ini bisa dilakukan di rumah, jalan, kantor, sawah, pasar, lapangan, masjid, dst.

Baca juga: Jadwal Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah, Serta Hari Tasyrik 1443 Hijriah

2. Takbiran yang terikat waktu (takbir muqoyyad)⁣⁣
ㅤ⁣⁣
Takbiran yang terikat waktu adalah takbiran yang dilaksanakan setiap selesai melaksanakan shalat wajib.

Takbiran ini dimulai sejak setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah shalat Asar tanggal 13 Dzulhijjah.

- Lafadz Takbir (mutlaq/muqoyyad)⁣⁣
ㅤ⁣⁣
Tidak terdapat riwayat lafadz takbir tertentu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hanya saja ada beberapa riwayat dari beberapa sahabat yang mencontohkan lafadz takbir. Diantara riwayat tersebut adalah:⁣⁣
ㅤ⁣⁣
Takbir Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Riwayat dari beliau ada 2 lafadz takbir:⁣⁣
ㅤ⁣⁣
أ‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ⁣⁣
⁣⁣
Keterangan:⁣⁣

Lafadz: “Allahu Akbar” pada takbir Ibn Mas’ud boleh dibaca dua kali atau tiga kali⁣⁣
ㅤ⁣⁣
Sumber : muslim.or.id ⁣

#syafiqrizabasalamah #syafiqrizabasalamah_official #ustadzsyafiqbasalamah #ustadzsyafiq #postersrb," tulis akun Instgaram @syafiqrizabasalamah_official dikutip Wartakotalive.com, Senin (27/7/2020).

Doa yang Mulai Dilupakan

Ustaz Syafiq Riza Basalamah atau Syafiq Basalamah mengungkap sebuah doa yang mulai dilupakan.

Mengenai doa yang mulai dilupakan tersebut, diungkap Ustaz Syafiq Basalamah di akun Instagram resminya di @syafiqrizabasalamah_official.

Dikutip Wartakotalive.com, Senin (27/7/2020), diketahui doa tersebut sering diamalkan dan kini mulai dilupakan.

"DIAWAL WABAH DO'A INI SERING DI AMALKAN, TAPI SEKARANG BANYAK YANG MULAI LUPA⁣

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA⁣⁣⁣
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu⁣⁣⁣
⁣⁣ ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُوْنِ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
MINAL BARASHI WAL JUNUUNI⁣⁣⁣
Dari penyakit belang dan gila⁣⁣⁣
⁣⁣ ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
WAL JUDZAAMI WA MIN SAYYI-IL ASQOOMI⁣⁣⁣
Dan kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya⁣⁣⁣
⁣⁣ ⁣⁣⁣
Artinya:⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya.”⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
(HR. Abu Dawud 1554)⁣⁣⁣

Seperti diketahui keutamaan Puasa Arafah ini sangat dasyat karena Allah SWT akan mengampuni dosa umat-Nya setahun yang lalu dan setahun ke depan.

Adapun keutamaan Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah (9 Dzulhijjah) bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji berdasarkan beberapa hadist Nabi Muhammad SAW adalah:

1. Barang siapa yang menjalankan Puasa Tarwiyah akan dihapus dosa satu tahun yang lalu yang telah terlewati.

2. Sedangkan yang berpuasa di hari Arafah akan dihapus dosa dua tahun (1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang)

Lalu bagaimana cara kita mengisi waktu saat Puasa Arafah? 

Ustadz Syafiq Riza Basalamah mengatakan harus ada program amal shaleh untuk mengisi hari yang sangat istimewa ini. 

Berikut 10 amalan untuk mengisi di hari Puasa Arafah

1. Shalat witir 3 rakat setelah Isya

"Mulai dari semalam harusnya setelah Isya shalat witir 3 rakaat. Terus malamnya bangun untuk shalat tahajud," kata pria yang akrab disapa Ustadz Riza dalam akun instagram terverifikasi yang dikutip Wartakotalive.com, Kamis (30/7/2020).

2. Shalat Tahajud

Jangan lupa untuk melaksankan Tahajud apalagi hari ini sangat istimewa untuk memohon ampunan pada Allah SWT.

Baca juga: Ini Pengertian Waktu Pelaksanaan Shalat Tahajud yang Dikerjakan Pada Sepertiga Malam

3. Makan sahur Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan puasa yang dianjurkan sebum menyambut Idul Adha, pada 9 Dzulhijjah.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta‘ala. 

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT."

4. Perbanyak Istighfar

Dan setelah itu jangan langsung tidur lagi tapi memperbanyak istighfar. 

"Penghuni calon surga itu banyak beristighfar pada Allah, minta ampunan atas segala dosa," tuturnya. 

Rasulullah bersabda :

اَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم جَمَعَ النَّاسَ فَقَالَ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ فِي اليَوْمِ اِلَيْهِ مِئَةَ مَرَّة

Artinya :

Sesungguhnya Rasulullah mengumpulkan manusia dan beliau berseru,”Wahai manusia, tobatlah kalian kepada Allah. Sesungguhnya saya bertobat kepada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali.”

Rasulullah membaca istighfar 100 kali dalam waktu pagi sebanya 100 kali sebagai ungkapan permohonan ampun dan bertobat kepada Allah.

Dalam asmaul husna, Allah memiliki sifat Al-Ghaffar yang artinya Maha Pengampun dan At Tawwab yang artinya Maha Menerima Taubat.

Bisa istighfar pendek: Astaghfirullah al Adzim 

Istighfar panjang: Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La Ilaha Ila huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi.

Baca juga: Jelang Idul Adha 1442 Hijriah, Mari Hidupkan Sunnah dengan Perbanyak Lafaz Takbir

5. Shalat Syuruq di masjid

Bagi kaum lelaki setelah shalat subuh di masjid, perbanyak zikir dan doa

. Kemudian tunggu sampai matahari terbit atau waktu syuruq untuk shalat 2 rakaat.

Pahalanya sederajat dengan umrah dan haji.

6. Shalat Dhuha

“Salat Dhuha itu Shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

Salat Dhuha terdiri dari dua rakaat satu salam, dan boleh dilakukan berulang sesuai dengan kemampuan.

Dalam madzhab Syafi’i, lafal niat Shalat Dhuha sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat Shalat Sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala”

7. Baca Alquran

Minimal setiap kali setelah shalat 5 waktu. 

8. Perbanyak takbir.

"Takbir bisa dilakukan dari pagi hari. Jadi ada takbir mutlak dan takbir terikat dilakukan setelah magrib," jelas Ustadz Riza.

Lafadz Arab Takbiran

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

"Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd"

Artinya dalam bahasa Indonesia:

"Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah"

9. Perbanyak sedekah

Sedekah bisa dilakukan baik pria maupun wanita. 

Nah para wanita dan kaum ibu bisa bersedekah dengan menyiapkan masakan untuk buka puasa nanti bisa  dibagikan ke tetangga, kirim ke masjid, keluarga. 

10. Jangan lupa juga memperbanyak zikir: 

LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR

artinya: tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya)

"Semoga kita dibebaskan dari api neraka. Barakallah fikum," pungkas Ustasz Syafiq Risa Basalamah. 

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved