Idul Adha

Cegah Penyakut Mulut dan Kuku, Anies Baswedan Kerahkan 865 Petugas Pemeriksan Kesehatan Kurban

Anies bersama dengan Petugas Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, petugas dari Sudan KPKP tiap wilayah,

Penulis: Gilar Prayogo | Editor: Dian Anditya Mutiara
Instagram @aniesbaswedan
Gubernur Anies Baswedan melepas 865 Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan dan Daging Kurban menjelang Idul Adha 1443 H, Jumat (1/7/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pelaksanaan Idul Adha tahun ini dibayang-bayangi munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang juga menular secara cepat seperti COVID-19.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di DKI Jakarta melalui akun instagram resminya @aniesbaswedan, Senin (4/7/2022).

Penyakit mulut dan kuku membutuhkan langkah-langkah dan tindakan untuk proses pengamanan terkait semakin dekatnya hari raya Idul Adha.

"Jumat, 1 Juli 2022, melepas 865 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban menjelang Idul Adha 1443 H," ujarnya.

Anies bersama dengan Petugas Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, petugas dari Sudan KPKP tiap wilayah, serta kolaborasi dari berbagai pihak lainnya.

Baca juga: Lapak Hewan Kurban di Sawangan Depok Tawarkan Konsep Showroom, Ini Keunggulannya

"Kami juga mendapat bantuan tenaga pemeriksa dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB sebanyak 60 orang," tuturnya.

Kata Anies, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jakarta membantu sebanyak 84 orang, kemudian Petugas Kementerian Pertanian 15 orang, serta Juru Sembelih Halal (JULEHA) 60 orang.

"Pelepasan petugas ini bertujuan untuk memastikan pengendalian dan penanggulangan penyakit mulut dan kuku di Jakarta berjalan dengan baik," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), pemeriksaan dan pengobatan di sentra ternak/penampungan hewan kurban, rapat koordinasi lintas sektoral, pengawasan lalu lintas hewan dilakukan di lokasi check point Kalimalang dan sosialisasi melalui infografis.

Baca juga: Gerakan Jogo Ternak Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku di Jawa Tengah

"Para tenaga pemeriksa kesehatan hewan yang bertugas akan memastikan benar-benar agar hewan yang terjangkit PMK tidak terdistribusi sebagai hewan kurban," terangnya.

Orang nomor satu di DKI Jakarta mengatakan, saat ini di Jakarta telah datang sekitar 38.000 hewan kurban dan masih diprediksi bertambah menjadi 43.000.

Kemudian masih ada sekitar 5.000 hewan lagi yang akan masuk ke Jakarta.

"Dengan adanya langkah tersebut, maka masyarakat juga akan teredukasi dan terbantu dalam memantau serta melaporkan kepada tenaga pemeriksa kesehatan hewan apabila ada temuan hewan ternak yang belum layak dijadikan hewan kurban," kata Anies.

Anies berpesan bahwa persiapan pelaksanaan kurban ini harus dijaga bersama dan merupakan kegiatan besar, mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. 

"Semoga pencegahan dan pengamanan distribusi hewan kurban ini menimbulkan rasa aman bagi konsumen di seluruh wilayah DKI Jakarta," tutupnya.

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved