Pemilu 2024

Untuk Cegah Konflik, Bawaslu Awasi Kepengurusan Ganda Parpol saat Pendaftaran Peserta Pemilu 2024

Bawaslu ingin mencegah konflik saat pendaftaran peserta Pemilu 2024, karena akan ada kepengurusan parpol ganda.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Andika Panduwinata
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu, Lolly Suhenty (kiri) menyatakan pengawasan peserta Pemilu 2024 harus diperketat untuk mencegah adanya kepengurusan parpol ganda. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bawaslu RI kian melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi Pemilu serentak 2024. Terlebih saat ini sudah memasuki tahapan Pemilu.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu, Lolly Suhenty.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya tengah fokus dalam memperbaiki sisi internal.

Baca juga: Polresta Bogor Kota tak Menahan Lima Tersangka Kasus Perundungan, Berhubung Masih di Bawah Umur

"Khususnya pada jajaran petugas. Ini langkah pertama kami siapkan di tiap-tiap Provinsi," ujar Lolly saat dijumpai Warta Kota di Kantor Bawaslu RI, Kamis (30/6/2022).

Petugas-petugas dari sisi internal disiapkan dengan sungguh-sungguh pada Pemilu serentak 2024 ini.

Sebab menurutnya, hal ini sangat penting untuk pesta demokrasi.

"Sebagai penyelenggara Pemilu harus dibutuhkan petugas yang mengawasi secara netral, jujur, dan adil," ucapnya.

Karena kalau hal itu tidak diterapkan akan terjadi konflik.

Belum lagi dalam waktu dekat ini juga akan memasuki proses pendaftaran peserta Pemilu 2024.

Baca juga: Terungkap, Begini Proses Perjalanan Panjang Jokowi Menuju Rusia, Harus Naik Kereta ke Polandia

"Potensi pelanggaran yang terjadi ditemui kepengurusan ganda partai politik. Ini akan terus kita awasi," kata Lolly.

Lolly menyebut masyarakat juga dapat berperan aktif untuk mengawasi jika terjadi potensi pelanggaran.

Bisa langsung melaporkan ke Bawaslu di tiap-tiap daerah.

"Tentunya bagian kami selain mengawasi juga melakukan penindakan jika benar-benar terjadi pelanggaran," ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved