Perundungan

Polresta Bogor Kota tak Menahan Lima Tersangka Kasus Perundungan, Berhubung Masih di Bawah Umur

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro tak menahan lima tersangka pelaku perundungan, karena masih di bawah umur.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Valentino Verry
warta kota/cahya nugraha
Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan kasus perundungan yang dilakukan lima remaja terhadap temannya, dan sempat viral di medsos. Kelimanya tak ditahan karena masih belia. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Rekaman video yang memperlihatkan aksi perundungan oleh remaja wanita di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (27/6/2022) sempat viral beberapa waktu lalu.

Dalam video tersebut, terlihat aksi beberapa kali pemukulan dan juga tersangka sempat menendang kepala korban inisial FC (15) hingga menyeret kaki korban.

Baca juga: Terungkap, Begini Proses Perjalanan Panjang Jokowi Menuju Rusia, Harus Naik Kereta ke Polandia

"Kami sampaikan rasa prihatian untuk korban perundungan pada anak yang viral sejak hari Senin kemarin," ucap Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, Kamis (30/6/2022).

Sementara tersangka sebanyak lima orang berhasil diamankan Polresta Bogor Kota.

Adapun tersangka berinisial SL (17), JR (12), DS (14), CC (14) dan MP (14) yang merupakan perekam atas kejadian tersebut.

"Melihat usianya masih di bawah umur tentunya kami akan melakukan upaya diversi atau musyawarah dengan keluarga korban agar hak terbaik untuk anak tetap terpenuhi," ucap Susatyo.

"Trauma healing nanti kita akan lakukan untuk korban," imbuhnya.

Sementara itu, Pembimbing Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor,  Julizar Jusuf Hutahaean menuturkan adanya anak yang berhadapan dengan hukum dengan tindak pidana, Bapas akan terus mendampingi para tersangka hingga putusan sidang.

"Kami dari pihak bapas memang diwajibkan untuk mendampingi anak ini di setiap tahap mulai dari pemeriksaan kepolisian, kejaksaan, hingga sidang akhir pengadilan," ucap Julizar.

Baca juga: Jabar Sinkronisasi Aturan Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi dengan Program Pemirsa Budiman

Julizar juga menerangkan bahwa upaya diversi ini adalah bentuk dari salah satu restorative justice, penyelesaian perkara di luar pengadilan tetapi tetap harus ada kesepakatan dari dua belah pihak terutama pihak korban.

"Nah diversi Ini wajib dilaksanakan bagi tindak pidana yang ancaman pidananya di bawah 7 tahun itu menurut uu no 12 2012.  Walaupun nanti tidak terjadi kesepakatan di tingkat penyelidikan bisa dilanjutkan nanti di tingkat kejaksaan dan apa bila tidak berhasil akan dilanjutkan kembali sebelum sidang di pengadilan," tambahnya.

Julizar menerangkan bila nantinya pihak korban mau membuat kesepakatan dengan keluarga tersangka, itu akan dilimpahkan ke keluarga korban.

"Ya terserah dari pihak korban kesepakatannya seperti apa. Entah pembiayaan pengobatan atau seperti apa, nanti itu bisa dibuatkan berita acara diversi ke pengadilan negeri ya," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved