Pencabulan

Kasus Pencabulan di Ponpes Riyadul Jannah, Kapolsek Beji Enggan Bicara

Kapolsek Beji , Kompol Cahyo terlihat keluar dari Pondok Pesantren tersebut sekira pukul 10.00 WIB didampingi anggotanya.

Tribun Jakarta
Kompol Cahyo Kapolsek Beji soal pencabulan yang dialmi santriwati 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Polsek Beji Depok telah selesai berkomunikasi dengan pihak Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadul Jannah di Jalan Dedet RT 04/12, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji,  Jawa Barat pada Kamis (30/6/2022) pagi.

Kapolsek Beji , Kompol Cahyo terlihat keluar dari Pondok Pesantren tersebut sekira pukul 10.00 WIB didampingi anggotanya.

Namun saat ditanya oleh awak media, ia enggan memberikan penjelasan terkait dengan kedatangannya ke Ponpes tempat pencabulan tersebut.

"Bukan kita yang tangani, Polda yang tangani," katanya sembari berjalan.

"Nanti kesalahan lagi (kalau komentar)," sambungnya meninggalkan lokasi.

Baca juga: Polisi Datangi Ponpes Istana Yatim Riyadhul Jannah atas Dugaan Pencabulan Santriwati di Bawah Umur

Dari pantauan lokasi, kondisi di sekitar lokasi sepi dari aktivitas belajar mengajar ilmu agama dari santri ataupun santriwati.

Sebab, saat ini para pelajar sedang diliburkan selama dua Minggu dan justru hal ini membuat para santriwati berbicara kasus pencabulan.

Sebelumnya, Polres Metro Depok mendatangi Pondok Pesantren Riyadul Jannah di Jalan Dedet, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat pada Kamis (30/6/2022) pagi.

Dari pantauan lokasi, aparat kepolisian sedang melakukan komunikasi dengan pemilik Pondok Pesantren.

Hal ini menyusul adanya kasus dugaan pencabulan 11 santriwati yang masih berusia sekira 9 sampai 11 tahun.

Baca juga: Tim Kuasa Hukum Apresiasi Kerja Cepat Polri Ungkap Kasus Pencabulan Anak Down Syndrome di Tamansari

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved