Breaking News:

Buronan KPK

Terus Kritik KPK yang Tak Kunjung Ciduk Harun Masiku, ICW Dinilai Kebanyakan Gimik dan Politis

Dalam aksinya, ICW juga mendesak Ketua KPK Firli Bahuri meninggalkan jabatannya, karena dianggap tidak cakap sebagai pemimpin.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar aksi teatrikal memperingati 900 hari Harun Masiku buron, di depan Gedung KPK, Selasa (28/6/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar aksi teatrikal memperingati 900 hari Harun Masiku buron, di depan Gedung KPK, Selasa (28/6/2022).

Dalam aksinya, ICW juga mendesak Ketua KPK Firli Bahuri meninggalkan jabatannya, karena dianggap tidak cakap sebagai pemimpin.

Menanggapi hal tersebut, peneliti Lembaga Studi Antikorupsi (LSAK) Ili Sadeli mengatakan, dorongan agar KPK menciduk Harun Masiku, lebih banyak unsur politisnya.

Baca juga: Airlangga Hartarto Diprediksi Jadi Capres Koalisi Indonesia Bersatu, Zulkifli Hasan Cawapres

Menurut dia, upaya itu dilakukan untuk mendongkel dan mendelegitimasi kinerja Firli Bahuri dan komisioner KPK lainnya, di tengah berbagai gebrakan dan upaya KPK dalam menangani berbagai kasus korupsi.

Dia menyindir ICW yang cuma sibuk dengan Harun Masiku, tapi diam atas kasus dugaan korupsi yang tengah disidik KPK seperti formula E, termasuk menguapnya kasus dugaan korupsi pameran buku di Jerman tahun 2015.

“Kebanyakan gimik dan politis banget, pesannya jelas dan sistematis seperti ingin mendelegitimasi bahwa KPK hari ini tidak bekerja,” katanya, Rabu (29/6/2022).

Baca juga: Kementerian Kesehatan Pertimbangkan Buka Akses Penelitian Ganja untuk Tujuan Medis

Dia menilai, KPK bukan diam seribu bahasa, melainkan sudah berulang kali menyatakan pencarian terhadap Harun Masiku masih berjalan terus.

"Kami juga tentu mengkritik hasilnya yang belum jelas hingga saat ini."

"Tapi kita menolak dengan tegas kasus ini dijadikan serangan dan pelemahan terhadap KPK,” ujarnya.

Baca juga: Harun Masiku Buron 900 Hari, ICW Kembali Desak Ketua KPK Firli Bahuri Mundur

LSAK, lanjut Ili, mengajak semua pihak untuk terus mendukung KPK menuntaskan berbagai kasus korupsi yang saat ini tengah ditangani, termasuk upaya pencarian buron Harun Masiku secara proporsional.

“Kita kawal terus KPK ini dengan tulus, agar tetap tegak lurus bekerja memberantas korupsi di Indonesia,” beber Ili.

Senada dengan Ili, aktivis Kader Penggerak Anti Korupsi (KPAK) Purwanto mengapresiasi kinerja dan konsistensi pemberantasan korupsi oleh KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri, selama beberapa pekan terakhir.

Baca juga: KPK: Kenapa ICW Hanya Fokus Soal Buronan Harun Masiku? Semua DPO Sama Pentingnya untuk Dicari

Seperti, penetapan status tersangka mantan Bupati Tanahbumbu Kalimantan Selatan Mardani Maming, dan yang terbaru, KPK menerima Asset Recovery Korupsi e-KTP senilai Rp86,6 Miliar dari US Marshal pada Senin 27 Juni 2022.

“Kalau mau jujur, kita patut bangga bahwa dengan bukti kinerjanya selama ini, KPK dibawah kepemimpinan Firli Bahuri tetap tegak lurus dan komitmen dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu,” papar Edi di Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved