Ibadah Haji

Tak Cukup Waktu, Indonesia Tak Proses Tambahan 10 Ribu Kuota Haji Reguler dari Arab Saudi

Meski begitu, tambahan kuota tersebut tidak ditindaklanjuti, karena waktu yang tersedia sudah tidak memungkinkan.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief mengungkapkan, pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari pihak Arab Saudi, terkait adanya kuota tambahan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief mengungkapkan, pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari pihak Arab Saudi, terkait adanya kuota tambahan.

Surat pemberitahuan itu diterima Kemenag pada 21 Juni 2022.

Meski begitu, tambahan kuota tersebut tidak ditindaklanjuti, karena waktu yang tersedia sudah tidak memungkinkan.

"Kementerian Agama terus berkomunikasi intensif setelah menerima surat resmi dari Saudi terkait adanya tambahan kuota sebesar 10.000."

"Kita berkomunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi,” ujaf Hilman melalui keterangan tertulis, Rabu (29/6/2022).

Arab Saudi menetapkan kuota tambahan itu hanya diperuntukkan bagi haji reguler.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 28 Juni 2022: Kasus Positif Tembus 2.167, 2 Pasien Wafat, 1.170 Sembuh

Sehingga, kata Hilman, penyiapannya harus berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Hilman mengatakan, Pemerintah Arab Saudi memahami alasan Kemenag yang tidak memproses tambahan kuota haji tersebut.

"Secara resmi, surat dari Kementerian Haji juga sudah dijawab Kemenag. Mereka memahami kondisi dan sistem yang berlaku di Indonesia."

Baca juga: Tim Peneliti PK Minta Komisi Banding Kode Etik Dibentuk, AKBP Raden Brotoseno Bakal Disidang Ulang

"Mereka paham tentang ketentuan porsi, nomor urut dan lainnya. Berdasarkan regulasi, haji memang harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku," jelas Hilman.

Secara proses, lanjut Hilman, berdasarkan regulasi yang ada, waktu yang tersedia memang sudah tidak cukup. Batas akhir proses pemvisaan jemaah haji regular adalah 29 Juni 2022.

"Penerbangan terakhir atau closing date keberangkatan jemaah dari Tanah Air itu 3 Juli 2022."

Baca juga: PBNU Berikan Pendampingan Hukum kepada Mardani Maming, Gus Yahya: Hak Dia karena Pengurus

"Artinya per hari ini hanya tersedia 5 hari. Ini tentu tidak cukup waktu untuk memproses kuota tambahan.”

“Bahkan jika ditarik sejak awal penerimaan surat resmi di 22 Juni 2022, hanya ada waktu sekitar 10 hari. Itu juga tentu sangat tidak mencukupi,” bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved