Hore! Awal Juli 2022 Gaji ke-13 Cair, Pemerintah Anggarkan Rp35,5 Triliun

Sri menegaskan, pemberian ini disesuaikan dengan situasi perbaikan pemulihan ekonomi dan kesehatan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Editor: Yaspen Martinus
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Pemerintah bakal mencairkan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan, mulai awal Juli 2022. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemerintah bakal mencairkan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan, mulai awal Juli 2022.

“Gaji ke-13 ini sudah dapat dicairkan pada Bulan Juli 2022,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan persnya, Selasa (28/06/2022) secara virtual, dikutip dari laman setkab.go.id.

Sri menjelaskan, gaji ke-13 diberikan sebesar gaji/pensiun pokok dan tunjangan yang melekat pada gaji/pensiun pokok berupa tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural/fungsional/umum, dan 50 persen tunjangan kinerja.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 28 Juni 2022: Kasus Positif Tembus 2.167, 2 Pasien Wafat, 1.170 Sembuh

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2022, gaji ke-13 tahun 2022 diberikan bagi aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan.

Sri menegaskan, pemberian ini disesuaikan dengan situasi perbaikan pemulihan ekonomi dan kesehatan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Tahun ini, seiring dengan pemulihan ekonomi yang makin menguat, dan juga adanya penerimaan negara yang cukup, baik diakibatkan karena pemulihan ekonomi yang menguat serta adanya kenaikan harga-harga komoditas."

Baca juga: Tim Peneliti PK Minta Komisi Banding Kode Etik Dibentuk, AKBP Raden Brotoseno Bakal Disidang Ulang

"Maka situasi APBN kita juga mulai berangsur-angsur menjadi lebih baik,” jelas Sri Mulyani.

Ia  menambahkan, pemberian gaji ke-13 tahun 2022 adalah wujud penghargaan atas kontribusi dan pengabdian aparatur negara dan para pensiunan dalam penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi, melalui berbagai pelayanan masyarakat dan tugas yang tetap dijalankan apa pun risikonya.

Selain itu, pemberian gaji ke-13 juga dimaksudkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan menambah daya beli masyarakat, khususnya menjelang tahun ajaran baru, saat terdapat kebutuhan untuk anak-anak didik yang biasanya dihadapi para orang tua.

Baca juga: PBNU Berikan Pendampingan Hukum kepada Mardani Maming, Gus Yahya: Hak Dia karena Pengurus

“Kita mengharapkan dengan adanya tunjangan hari raya dan gaji ke-13, percepatan pemulihan ekonomi nasional akan makin didorong dengan menambah daya beli masyarakat."

"Khususnya pada saat menjelang tahun ajaran baru, di mana kebutuhan terhadap belanja untuk kebutuhan anak-anak didik, biasanya dihadapi oleh para orang tua,” papar Sri.

Untuk pemberian gaji ke-13 tahun 2022, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp35,5 triliun.

Baca juga: Gus Yahya Minta Bahtsul Masail NU Kaji Peluang Legalisasi Ganja untuk Medis

Rinciannya, sebanyak Rp11,5 triliun untuk ASN pusat, dan Rp9 triliun untuk pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan yang anggarannya dibebankan pada APBN.

Serta, Rp15 triliun untuk ASN daerah yang anggarannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Bagi pemerintah daerah, aturannya adalah paling banyak 50 persen tambahan penghasilan, dengan memperhatikan kemampuan dari masing-masing APBD atau fiskal daerah dan diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” bebernya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved