Pilpres 2024

Airlangga Hartarto Diprediksi Jadi Capres Koalisi Indonesia Bersatu, Zulkifli Hasan Cawapres

Ujang juga menambahkan, secara matematis, kekuatan Golkar dibandingkan dengan PAN dan PPP di KIB, lebih banyak.

Editor: Yaspen Martinus
Twitter@DPP_PPP
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto diprediksi bakal menjadi calon presiden (capres) dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto diprediksi bakal menjadi calon presiden (capres) dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga berpeluang diusung menjadi capres KIB.

Hal itu diprediksi oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin, setelah melihat peta politik di Internal KIB.

"Kalau capres-cawapres internal terus didengungkan, maka saya melihat dari kalkulasi politik dan matematis."

"Kan hanya Golkar yang secara resmi dalam munas dan rapimnas Golkar di tahun-tahun lalu, yang sudah resmi mengusung Airlangga sebagai capres," kata Ujang kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Ujang juga menambahkan, secara matematis, kekuatan Golkar dibandingkan dengan PAN dan PPP di KIB, lebih banyak.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 28 Juni 2022: Kasus Positif Tembus 2.167, 2 Pasien Wafat, 1.170 Sembuh

Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah kursi perolehan di DPR, di mana Golkar menjadi nomor dua kekuatan parlemen di DPR.

"Kalau tidak salah 85 kursi Golkar, 44 kursi PAN, dan 19 kursi PPP."

"Artinya kalau dari internal ingin dicapreskan, ya tentu Airlangga dalam konteks kalkulasi politik dan matematik," ulasnya.

Baca juga: Tim Peneliti PK Minta Komisi Banding Kode Etik Dibentuk, AKBP Raden Brotoseno Bakal Disidang Ulang

Terkait cawapres KIB, pilihannya antara Zulkifli Hasan atau Zulhas dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

"Kelihatannya ke Zulhas, secara bargaining politik lebih baik dibandingkan PPP hanya 19 kursi, dibandingkan PAN 44 kursi."

"Jadi kalau internal capres, Airlangga dan cawapresnya Zulhas. Itu yang kelihatannya akan mereka godok," beber Ujang.

Baca juga: PBNU Berikan Pendampingan Hukum kepada Mardani Maming, Gus Yahya: Hak Dia karena Pengurus

Ujang juga menyoroti soal kemungkinan KIB melakukan 'transfer' tokoh untuk diusung KIB. Namun, peluang itu dinilai akan merugikan KIB.

Sebab, ia melihat soliditas KIB dan tokoh dari internal itu sangat bagus dan luar biasa.

"Kenapa? Karena di situ ada muruah partai yang terjaga."

Baca juga: Gus Yahya Minta Bahtsul Masail NU Kaji Peluang Legalisasi Ganja untuk Medis

"Suka tidak suka, senang tidak senang, ya mereka harus berjuang mati-matian agar capres dari internal."

"Buat apa mereka berkarier di parpol lalu berkoalisi dan tahu-tahu capres-cawapres dari eksternal, kan lucu," papar Ujang. (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved