Indonesia Internasional Marathon

Sanggar Cahya Art Belajar Toleransi dari Masyarakat di Banyuwangi

Kolaborasi yang dibangun bukan hanya tentang kreativitas seni saja, tetapi juga bisa menularkan nilai-nilai lain yang positif kepada banyak orang.

Wartakotalive/Leonardus Wical Zelena Arga
Sanggar Cahya Art merupakan sebuah wadah kesenian bagi orang-orang untuk lebih mendalami dan mencintai budaya dan seni Bali. Sempat mengisi acara IIM 2022 

Sanggar Cahya Art Belajar Toleransi dari Masyarakat di Banyuwangi

WARTAKOTALIVE.COM, BALI - Sanggar Cahya Art merupakan sebuah wadah kesenian bagi orang-orang untuk lebih mendalami dan mencintai budaya dan seni Bali.

"Karena di sana saya melihat teman-teman saudara kita di sana, bagus sekali akulturasi budayanya, interaksi antar umatnya," ujar pendiri sekaligus pelatih Sanggar Cahya Art, I Ketut Lanus, Minggu (26/6/2022).

Sebagai pendiri sekaligus pelatih, Lanus mengaku, ia tidak hanya bekerjasama dengan umat Hindu saja. Tetapi juga pernah berkolaborasi dengan umat Buddhis, Kristiani, dan Muslim.

Ditemui wartakotalive.com di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, Lanus bercerita saat sanggarnya berkerja sama dengan umat Buddhis.

"Kalau dulu awal-awal saya lebih banyak menggarap drama. Karena dalam drama, kita bisa menyampaikan pesan-pesan sosial. Waktu itu saya mengerjakan 12 judul pementasan bersama dengan umat Buddhis yang ada di Bali," ujar Lanus.

Baca juga: Mengisi di IIM 2022, Sanggar Cahya Art Bali Pernah Pentas hingga ke Jepang

Hal tersebut ia lakukan, karena dari situ Lanus dapat menyampaikan pesan tentang kerukunan, kebaikan, filsafat, keagamaan, dan lain-lain.

Lebih lanjut Lanus bercerita, saat itu karya yang ia persembahkan untuk umat Buddhis bernama Maha Puja.

Pendiri sekaligus pelatih Sanggar Cahya Art, I Ketut Lanus saat ditemui wartakotalive.com ketika sedang persiapan jelang gelaran Indonesia International Marathon (IIM) 2022 di Grand Inna Bali Beach, Sanur Bali, Minggu (26/6/2022).
Pendiri sekaligus pelatih Sanggar Cahya Art, I Ketut Lanus saat ditemui wartakotalive.com ketika sedang persiapan jelang gelaran Indonesia International Marathon (IIM) 2022 di Grand Inna Bali Beach, Sanur Bali, Minggu (26/6/2022). (Wartakotalive/Leonardus Wical Zelena Arga)

Selain itu, Lanus juga sering datang ke Gereja dan Masjid untuk bekerjasama dan berkolaborasi.

Kolaborasi yang dibangun bukan hanya tentang kreativitas seni saja, tetapi juga bisa menularkan nilai-nilai lain yang positif kepada banyak orang.

"Kalau untuk umat Hindu yang ada di Bali, sudah saya telusuri semua. Bahkan dengan umat Hindu di Banyuwangi saya juga berkunjung," ujar Lanus

Lanus bercerita, di sana ia melihat teman-teman saudara umat Hindu sangat bagus untuk akulturasi budayanya dan interaksi antar umatnya. 

"Jadi ketika umat Hindu punya gawe (pekerjaan), umat Muslim dan umat Kristiani datang membantu," ujar Lanus.

Diketahui, Sanggar Cahya Art menjadi penari pada saat pembukaan event Indonesia International Marathon (IIM) 2022.

Acara Indonesia International Marathon (IIM) 2022 di Bali, Minggu (26/6/2022), terselenggara atas kerjasama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Tribun Event Organizer (Tribun EO).

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved