Idul Adha

Pedagang Hewan Kurban di Depok Keluhkan PMK, Penjualan Sapi Jadi Terhambat

Lambatnya penjualan sapi tahun ini disebabkan karena adanya penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ign Agung Nugroho
Warta Kota/Hironimus Rama
Showroom Hewan Qurban H. Iwa Kartiwa di Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Selasa (28/6/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, SAWANGAN - Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat penjualan sapi jelang Idul Adha 2022 agak tersendat.

Hal itu diungkapkan oleh sejumlah pedagang sapi di Kota Depok, Jawa Barat.

Wawan, pedagang Showroom Hewan Qurban H. Iwa Kartiwa di Kecamatan Sawangan, mengaku penjualan sapi tahun ini memang agak melambat.

Baca juga: Tempat Penjual Hewan Kurban Marak di Depok, Ini Kisaran Harga Sapi dan Kambing

"Total ada 33 sapi yang saya datangkan dari Lampung tahun ini. Hingga kini baru 50 persen terjual," kata Wawan, Selasa (28/6/2022).

Menurut dia, tingkat penjualan ini sedikit agak melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Masih agak kurang sih. Tahun lalu pada kurun waktu seperti ini (dua pekan jelang Idul Adha-Red) penjualan sudah mencapai 70-80 persen," jelas Wawan.

Dia menamabahkan, lambatnya penjualan sapi tahun ini disebabkan karena adanya penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Penyebaran PMK membuat konsumen berpikir dua kali untuk membeli sapi. Mereka menanyakan soal sertifikasi dan memastikan benar-bebas dari PMK," kata Wawan.

Selain itu, ada juga konsumen yang beralih ke sapi-sapi ras lain seperti Sapi Bima dan Sapi Bali.

"Sapi Bali dan Sapi Bima memang harganya lebih terjangkau dibandingkan Sapi Limousin," kata Wawan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved