Berita Bogor

Jaga Kelestarian Wilayah Hulu Waduk Cibeet, Pemkab Bogor Kembangkan Wisata Curug

Pembangunan Waduk Cibeet diyakini dapat mereduksi banjir di kawasan Bekasi-Karawang.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ign Agung Nugroho
Warta Kota/Hironimus Rama
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin (kiri) memimpin Rapat Pembahasan Optimalisasi Pengembangan Curug Cibeet dan Penangkaran Rusa Kecamatan Tanjungsari, di Ruang Rapat I Setda Kabupaten Bogor, Selasa (28/6/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Pemerintah pusat akan membangun Waduk Cibeet di Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, mulai Agustus 2022.

Waduk ini akan dibangun di delapan desa yang ada di dua kecamatan, dengan lahan seluas 1.700,26 hektar.

Pembangunan Waduk Cibeet diyakini dapat mereduksi banjir di kawasan Bekasi-Karawang.

Selain itu, waduk ini juga diperuntukkan bagi irigasi, kebutuhan air baku PDAM, pembangkit listrik (PLTA) dan untuk kegiatan pariwisata.

Baca juga: Iwan Setiawan Bangga Sebagai Bapak Kopi Kabupaten Bogor, Miliki Concern di Industri Kopi

Baca juga: Kadisbudpar Minta Destika Promosikan Pariwisata dan Potensi Kabupaten Bogor

Dalam rangka menjaga dan mengamankan aset negara ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk mengoptimalkan pelestarian wilayah hulu Waduk Cibeet, yakni Air terjun (Curug) Cibeet.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menjelaskan bahwa pembangunan Waduk Cibeet menjadi Program Strategis Nasional.

"Agar Waduk Cibeet itu lestari, maka wilayah hulunya harus lestari juga, antara lain di Air terjun (Curug) Cibeet," kata Burhanudin usai memimpin Rapat Pembahasan Optimalisasi Pengembangan Curug Cibeet dan Penangkaran Rusa Kecamatan Tanjungsari, di Ruang Rapat I Setda Kabupaten Bogor, Selasa (28/6/2022).

Pemkab Bogor, lanjut dia, akan bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama melindungi Curug Cibeet agar tetap menjadi ruang terbuka hijau, tapi tetap ada nilai manfaatnya.

 Sebelumnya, Bupati Bogor menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada bulan Juni tahun 2021.

MoU tersebut untuk mengoptimalkan potensi wisata alam curug, karena ada 110 curug yang ada di lahan milik Perhutani.

“Pengamanan aset negara ini menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk dalam rangka mengoptimalkan aset negara tersebut,” jelas Burhanudin. (ron)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved