Berita Internasional

Wanita Amerika Tolak Berhubungan dengan Laki-laki Setelah Mahkamah Agung AS Larang Aborsi

Para wanita Amerika Serikat menolak berhubungan intim dengan laki-laki sebagai bentuk protes atas putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika larang aborsi.

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
dailymail.co.uk
Para wanita Amerika Serikat menolak berhubungan intim dengan laki-laki sebagai bentuk protes atas putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika yang melarang aborsi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Wanita Amerika Serikat (AS) mengancam menolak berhubungan intim dengan laki-laki setelah Mahkamah Agung AS melarang aborsi.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung AS membatalkan Roe v. Wade dan melarang praktik aborsi di negara tersebut.

Keputusan para hakim di MA AS itu kini mulai ditetapkan di sejumlah negara bagian di Amerika.

Keputusan tersebut Kebijakan sebagai pendukung pro-pilihan terus berunjuk rasa sepanjang akhir pekan.

Putusan Mahkamah Agung AS tersebut mengundang protes sejumlah wanita.

Demikian berita terkini Wartakotalive.com bersumber dari dailymail.co.uk hari ini. 

Baca juga: DISNEY, Netflix, Meta, Bayari Biaya Aborsi Karyawan setelah Mahkamah Agung AS Larang Aborsi

Unjuk Rasa Wanita AS

Protes meletus pada hari Jumat setelah keputusan pengadilan untuk membatalkan hak federal perempuan untuk aborsi, dengan 26 negara bagian diperkirakan akan lebih membatasi atau langsung melarang aborsi.

Dan sekarang, perempuan dipanggil untuk menahan seks dari laki-laki 'sampai hak aborsi adalah hukum federal' karena seruan untuk mogok seks nasional juga mendapatkan momentum di media sosial."

"Wanita Amerika: Ambil janjinya. Karena SCOTUS menjungkirbalikkan Roe v. Wade, kami tidak dapat mengambil risiko kehamilan yang tidak diinginkan, oleh karena itu, kami tidak akan berhubungan seks dengan pria mana pun - termasuk suami kami - kecuali kami mencoba untuk hamil, 'tulis seorang pengguna Twitter.

'Saya tinggal di New York dan saya sangat marah dengan Mahkamah Agung. Saya ingin mencari orang yang mengoordinasikan pemogokan seks massal. Itu adalah kekuatan kami, ' wanita lain mengamuk. 'Wanita memiliki kekuatan di sini. Tidak ada lagi seks sampai hak aborsi adalah hukum federal.'

Ada juga seruan untuk 'mogok seks' di seluruh negeri karena istilah termasuk #SexStrike dan #abstinence mulai menjadi tren online.

Pendukung lain menulis di Twitter: 'Womxn! Menyerukan #sexstrike nasional Tidak boleh berhubungan seks dengan laki-laki sampai hak-hak perempuan dikodifikasikan oleh hukum. #Allmen #Underhiseye. '

"Mungkin #sexstrike (juga dikenal sebagai #abstinence) akan membantu para pria untuk terlibat dalam masalah #womensrights ini," tulis Twitter lainnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved