Nama Jalan Berubah

Politisi PSI tak Setuju Perubahan 22 Nama Jalan, Anggap Sosialisasi Minim Bikin Warga Bingung

Bukan politisi PSI jika setuju pada kebijakan Pemprov DKI, biar pun bagus tetap dikritisi. Seperti perubahan nama jalan dicela oleh August Hamonangan.

Kompas.com
Politisi PSI August Hamonangan menilai perubahan 22 nama jalan di Jakarta kurang sosialisasi sehingga warga bingung. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Legislator DKI Jakarta menilai pemerintah daerah minim sosialisasi atas kebijakan mengubah 22 nama jalan dengan tokoh Betawi.

Pemerintah daerah harus memasifkan sosialisasi kepada warga tentang penggantian nama jalan dan memfasilitasi perubahan semua data kependudukan mereka.

Baca juga: Warga Kelurahan Pulau Kelapa Gembira Mendengar Dapat Akses Internet Gratis dari JakWifi

“Ada beberapa warga yang masih tidak harus berbuat apa dengan perubahan nama itu,” ujar anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI August Hamonangan pada Senin (27/6/2022).

August mengatakan, masyarakat banyak yang kebingungan, terutama soal alur perubahan administrasi kependudukan. Mereka banyak yang belum tahu apakah perubahan data itu dilakukan perorangan atau bisa diambil alih bersama dengan koordinasi pihak kelurahan

August juga mengingatkan, bahwa sosialisasi tidak hanya pada warga tapi juga tempat usaha yang terdampak dengan perubahan nama ini. Perubahan juga harus dilakukan terhadap Akta Notaris, TDP (Tanda Daftar Perusahaan), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak, SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan sebagainya.

“Saya berharap Pemprov DKI Jakarta juga memperhatikan para pengusaha, jangan sampai nanti malah mempersulit. Kalau perlu, DPMPTSP juga turun tangan langsung menjemput bola untuk membantu pengurusan tersebut,” jelas August.

Dalam kesempatan itu, Agus turut meminta agar proses kepengurusan perubahan data-data warga atau para pengusaha di 22 jalan tersebut harus transparan dan tanpa biaya.

Jangan sampai ada oknum yang malah memanfaatkan momentum ini untuk mencari keuntungan diri sendiri yang merugikan warga Jakarta.

Hal ini sebagaimana janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada masyarakat setempat.

Anies berdalih telah melibatkan sejumlah stakeholder terkait perubahan nama jalan itu, mulai dari lembaga vertikal seperti Kantor Pertanahan Provinsi DKI Jakarta, Kemendagri, Polri, TNI dan sebagainya.

“Gubernur Anies meminta warga tak khawatir soal data kependudukan akibat perubahan 22 nama jalan di Ibu Kota, karena telah berkonsultasi dengan instansi terkait sebelum mengubah nama jalan,” jelas August.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan pengabadian nama-nama tokoh Betawi pada ruang publik di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan pengabadian nama-nama tokoh Betawi pada ruang publik di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan. (Dok. Pemprov DKI Jakarta) (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pemberian nama jalan ini sebagai bentuk upaya penghormatan untuk mengenang kontribusi besar para tokoh Betawi tersebut.

“Mereka adalah pribadi yang dikenang karena mereka memberikan manfaat bagi sesama, mereka ini adalah pribadi yang kita kenang karena hidupnya dihibahkan untuk kemajuan,” ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved