Masjid Si Pitung

Masjid Si Pitung, Memiliki Air tak Asin meski Terletak di Pinggir Pantai, Diyakini Penuh Berkah

Masjid Al Alam atau Masjid Si Pitung di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara memiliki keunikan. Yakni air tak asin dan punya berkah.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Valentino Verry
warta kota/m rifqi ibnu masy
Masjid Al Alam atau Masjid Si Pitung di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, dikenal sebagai masjid yang unik karena airnya tak asing meski berada di pinggir pantai. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Siapa sangka di pesisir pantai Marunda, Cilincing, Jakarta Utara ini terdapat bangunan bersejarah, yakni Masjid Al-Alam. 

Saat memasuki area Masjid Al-Alam atau Masjid Si Pitung, suasana klasik dapat dirasakan pada tiap sudut bangunan.

Baca juga: Sandiaga Uno Salut pada Akulturasi Budaya Tionghoa di Desa Wisata Pecinan Glodok

Masjid Al-Alam memiliki gaya arsitektur tajug tumpang dua, sama halnya beberapa masjid kuno di Indonesia lainnya seperti Masjid Agung Demak.

Di area masjid, terdapat dua bangunan utama, yakni induk untuk salat dan beribadah dan aula digunakan jamaah beristirahat.

Dari dalam bangunan induk, tinggi atap dan lantai hanya berjarak sekitar dua setengah meter ditopang empat tiang penyangga utama.

Material bangunan berbahan tembok kapur dengan dimensi tebal dan kayu-kayu sebagai atapnya.

Masjid ini juga memiliki sumur keramat peris di samping bangunan utama, jamaah dan warga sekitar memanfaatkan air sumur itu untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski letaknya di bibir pantai, air sumur Masjid Al-Alam tidak terasa asin, bahkan dipercaya warga mengandung keberkahan.

Pada masa penjajahan Belanda, pendekar Betawi, Si Pitung dipercaya menuntut ilmu agama di masjid ini.

Baca juga: Indonesia International Marathon 2022 Tuntas, Berikut Pemenang Lomba dari Masing-masing Kategori

Menurut Pengurus Masjid Al-Alam, Ustaz Kusnadi Al Makruf (51), diperkirakan masjid ini dibangun pada abad ke-16.

"Sekitar tahun 1980, dinas kepurbakalaan meneliti bangun masjid ini dari material bangunan, arsitektur dan lainnya. Hasil penelitian itu menunjukkan masjid ini didirikan pada abad ke-16," ungkapnya, Senin (27/6/2022).

Versi lain menyebutkan, Masjid Al-Alam didirikan oleh pasukan Fatahillah saat melakukan penyerahan ke Pelabuhan Sunda kelapa.

Warga Marunda sedang salat di Masjid Si Pitung.
Warga Marunda sedang salat di Masjid Si Pitung. (warta kota/m rifqi ibnu masy)

"Memang kebetulan saat itu beliau (Pangeran Fatahillah) singgah ke Marunda untuk menyusun pasukan. Marunda adalah nama pemberian beliau yang berarti "Markas Penundaan" untuk pasukannya," ungkapnya.

Kusnadi juga menyebut, masyarakat dalu percaya, Masjid Al-Alam didirikan oleh para wali Allah dalam satu malam.

"Masjid ini didirikan dalam waktu semalam oleh para aulia, jadi sorenya enggak ada, paginya sudah ada," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved