Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda

Jaksa Agung: Fungsi Kami Bukan Cuma Menindak, tapi Juga Merestrukturisasi Perusahaan yang Rugi

Burhanuddin menuturkan, fungsi Kejaksaan Agung tak hanya melakukan penindakan. Akan tetapi, Korps Adhyaksa memiliki tugas yang lebih luas lagi.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Jaksa Agung ST Burhanuddin mendukung 'bersih-bersih' di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), usai menetapkan tersangka baru dugaan korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2011-2021. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Jaksa Agung ST Burhanuddin mendukung 'bersih-bersih' di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), usai menetapkan tersangka baru dugaan korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2011-2021.

"Pada kesempatan ini saya perjelas, kenapa kami selalu koordinasi dengan mendukung kegiatan bersih-bersih BUMN," kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Burhanuddin menuturkan, fungsi Kejaksaan Agung tak hanya melakukan penindakan. Akan tetapi, Korps Adhyaksa memiliki tugas yang lebih luas lagi.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Tambah Jadi 168, DKI Jakarta Menghilang

"Kami ini bukan hanya melakukan restrukturisasi, bukan hanya mempunyai fungsi sebagai melakukan represif, penindakan-penindakan, tapi juga kami mempunyai unsur perdata dan tata usaha negara," jelas Burhanuddin.

Burhanuddin menjelaskan, bersih-bersih BUMN merupakan salah satu tugas dari Kejaksaan. Khususnya, kata dia, untuk melakukan perbaikan terhadap perusahaan yang menimbulkan kerugian negara.

"Unsur ini mendukung tentang restrukturisasi, mendukung restrukturisasi organisasi bahkan kelola manajemen, kami punya itu."

Baca juga: PKS Tertarik dengan Usulan Nasdem Duetkan Anies-Ganjar Jadi Pemersatu Bangsa

"Jadi kami selain melakukan represif, kami memperbaiki restrukturisasi perusahaan-perusahaan yang ditimbulkan kerugian," jelas Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, kegiatan bersih-bersih BUMN ini pernah dilakukan Korps Adhyaksa di kasus Jiwasraya hingga Asabri.

Kini, perbaikan juga harus dilakukan di perusahaan maskapai pelat merah Garuda Indonesia.

Baca juga: Jubir Demokrat: Jumlah Penduduk Misikin di Era Jokowi Hampir Tak Berkurang dari Zaman SBY

"Jiwasraya itu kami bersama tim dari BUMN melakukan bagaimana perbaikan-perbaikan di situ."

"Juga dengan Asabri, bahkan yang kami sampaikan dengan Garuda begitu."

"Kenapa saya mengundang beliau (Menteri BUMN) ke sini? Saya mengundang beliau untuk menyampaikan ini lho hasil dukungan kami Kejaksaan dalam rangka bersih-besih BUMN," bebernya.

Baca juga: Beli Minyak Goreng Wajib Pakai Aplikasi PedulilLindungi, Legislator PKS: Jangan Menyusahkan Rakyat

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengumumkan dua tersangka baru, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2011-2021.

"Kami juga menetapkan tersangka baru, sejak Senin tanggal 27 Juni 2022, hasil ekspose kami menetapkan dua tersangka baru," ujar Burhanuddin dalam konferensi pers di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved