Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda

Jadikan Emirsyah Satar Tersangka, Jaksa Agung: Kalau Kasus di KPK Sebatas Suap

Ia menjelaskan, peran Emirsyah Satar terkait statusnya sebagai direktur utama di perusahaan maskapai pelat merah tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com/Ihsanuddin
Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkap peran bekas Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dalam dugaan korupsi pengadaan pesawat periode 2011-2021. 

"Iya benar (Emirsyah Satar)," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Supardi, saat dikonfirmasi, Rabu (12/1/2022).

Emirsyah Satar menjabat Direktur Utama Garuda Indonesia pada periode 2005-2014.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 11 Januari 2022, Pasien Baru Tambah 802, 446 Orang Sembuh, 8 Wafat

Dia divonis 8 tahun penjara usai tersandung kasus korupsi pengadaan pesawat dan mesin dari Airbus dan Rolls-Royce.

Menurut Supardi, Emirsyah Satar telah diperiksa dalam dugaan kasus korupsi pengadaan pesawat ATR-72-600 tersebut, pada pekan lalu.

Dia diperiksa oleh penyidik di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Berapa Lama Imunitas Bertahan Setelah Disuntik Vaksin Booster? Ini Kata Kepala BPOM

"Sudah kita mintai keterangan Senin pekan lalu."

"Kita yang datang ke sana (Lapas Sukamiskin)," terang Supardi.

Namun demikian, Supardi masih enggan merinci detail pemeriksaan terhadap Emirsyah Satar.

Baca juga: Kawal Program Vaksinasi Booster, Ini yang Bakal Dilakukan BPOM

Hal yang pasti, penyidik masih akan terus melakukan pendalaman.

"Kita masih dalami. Kita akan cari semuanya mana yang mampu kita dapat nanti," papar Supardi. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved