Holywings Indonesia

Dicabut atau Tidaknya Izin Usaha Holywings, Pemprov DKI Koordinasi dengan Polda Metro

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria alias Ariza mengatakan, soal perizinan usaha Holywings memang menjadi ranah pemerintah daerah.

Warta Kota/ Miftahul Munir
Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait pencabutan izin usaha Holywings 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait pencatutan nama Muhammad dan Maria dalam promosi miras yang dilakukan Holywings Indonesia.

Perbuatan Holywings dianggap telah melukai umat beragama yakni Islam dan Kristiani.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria alias Ariza mengatakan, soal perizinan usaha Holywings memang menjadi ranah pemerintah daerah.

Sedangkan untuk proses hukum atau pemidanaan menjadi kewenangan kepolisian.

Hingga kini, polisi telah menetapkan enam tersangka terkait dugaan penistaan agama oleh Holywings dan menahannya.

Namun untuk kemungkinan mencabut izin usahanya, Ariza mengaku masih berkoordinasi dengan kepolisian.

Baca juga: Wagub DKI Ariza Jelaskan Butuh Langkah yang Sesuai Aturan untuk Bisa Mencabut Izin Kafe Holywings  

“Jadi kami terus berkoordinasi dengan kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya,” ujar Ariza usai menerima kunjungan KNPI DKI Jakarta, SAPMA PP dan PDK Kosgoro di Balai Kota DKI pada Senin (27/6/2022).

Ariza mengatakan, pemerintah daerah telah menjatuhkan sanksi berupa surat teguran kepada Holywings Indonesia.

Hal ini mengacu pada Pasal 38 ayat 2 Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 18 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Baca juga: Desakan Penutupan Holywings Meluas, Manajemen Singgung Nasib 3.000 Karyawan, Janji akan Lebih Baik

“Surat teguran sudah dilayangkan yang pertama, itu selama tujuh hari nanti dievaluasi. (Kalau mengulang kesalahan) ada teguran kedua dan ketiga,” kata Ariza.

Menurut Ariza, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta akan terus memonitor upaya perbaikan yang dilakukan Holywings.

Apalagi kafe tersebut sebelumnya pernah terkena sanksi juga dari pemerintah karena mengabaikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 saat PPKM level tiga.

“Untuk pelanggaran PPKM memang ada dan sudah dilakukan tindakan, bahkan ada satu tempat yang sudah dicabut izinnya. Jadi kami bertindak dengan aturan dan ketentuan yang ada,” ucap Ariza.

Baca juga: Catut Nama Muhammad dan Maria dalam Promosi Miras, Pemprov DKI Didesak Segera Cabut Izin Holywings

Diketahui, enam tersangka melakukan promosi miras berbau SARA itu dilakukan secara bersama-sama dan semuanya adalah karyawan Holywings Indonesia.

Mereka berinisial EJD (27), NDP (36), DAD (27), EA (22), AAB (25), dan AAM (25).

"Enam tersangka ini punya peran dan tugas masing-masing, jadi ujungnya adalah produk tadi, even promosi yang mereka sampaikan,” ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto.

"Tetapi, dalam prosesnya mereka saling berdiskusi, saling menyampaikan dan semacamnya, terakhir mengambil keputusan Direktur Kreatif yang menyetujui atau tidak terhadap apa yang dihasilkan staf di bawahnya," sambungnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved