Beli Minyak Goreng Wajib Pakai Aplikasi PedulilLindungi, Legislator PKS: Jangan Menyusahkan Rakyat

Menurut dia, akar masalah migor ada pada sisi produksi dan distribusi, bukan karena adanya lonjakan konsumsi.

Editor: Yaspen Martinus
warta kota/miftahulmunir
Mulyanto, anggota Komisi VII DPR Fraksi PKS, menolak rencana pemerintah mewajibkan pembelian minyak goreng (migor) menggunakan aplikasi PeduliLindungi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mulyanto, anggota Komisi VII DPR Fraksi PKS, menolak rencana pemerintah mewajibkan pembelian minyak goreng (migor) menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Menurut dia, akar masalah migor ada pada sisi produksi dan distribusi, bukan karena adanya lonjakan konsumsi.

"Pemerintah jangan gonta-ganti kebijakan tata-niaga minyak goreng (migor) curah secara trial by error alias coba-coba, namun tidak menyelesaikan masalah."

Baca juga: Epidemiolog Bilang Kasus Positif pada Gelombang Keempat Pandemi Covid-19 di Indonesia Bakal Sedikit

"Misalnya, kebijakan penggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk pembeli migor curah," kata Mulyanto kepada wartawan, Senin (27/6/2022)

Dia pum meminta pemerintah fokus menyelesaikan akar masalah, bukan malah menimbulkan kebijakan yang berpotensi menimbulkan masalah baru.

Menurutnya, ide penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan menyulitkan masyarakat kecil.

Baca juga: Geledah Sejumlah Lokasi, KPK Sita Dokumen Terkait Dugaan Korupsi LNG di Pertamina

Mulyanto menambahkan, pengguna migor curah notabene adalah rakyat kecil dan UMK (usaha mikro dan kecil) yang tidak akrab dengan teknologi smartphone.

"Bila ini dipaksakan maka akan menyulitkan mereka."

"Hari gini, pemerintah harus benar-benar cermat dalam mengambil opsi kebijakan bagi masyarakat."

Baca juga: PDIP Bakal Gelar Rakernas Lagi di Akhir 2022, Megawati Berpotensi Umumkan Bakal Capres 2024

"Jangan menerapkan kebijakan yang menyusahkan rakyat," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved