Tenaga Honorer

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad Minta Anies Baswedan Dengar Aspirasi Tenaga Honorer

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa suara dari para tenaga honorer pemerintahan.

Penulis: Gilar Prayogo | Editor: Sigit Nugroho
Tribunnews.com
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa suara dari para tenaga honorer pemerintahan dalam rencana komunikasi dengan pemerintah pusat terkait penghapusan tenaga honorer.

"Pak Anies duduk bersama dulu dengan mereka untuk himpun aspirasi. Selain itu, harus diidentifikasi kebutuhan sektor-sektor yang selama ini mengandalkan tenaga honorer. Bagaimana nasibnya setelah ada penghapusan," kata Idris dalam keterangannya, Senin (27/6/2022).

"Contohnya pada sektor pelayanan kesehatan, jumlah tenaga honorernya kurang lebih 50 persen," ujar Idris.

Baca juga: Tenaga Honorer Akan Dihapus, Pemkot Tangsel Bingung Pikirkan Nasib 7 Ribu Honorernya: Kasihan Mereka

Baca juga: Jumlah Tenaga Honorer di Pemprov DKI Jakarta Jauh Lebih Banyak Dibandingkan Pegawai Negeri Sipil

Baca juga: Formasi PNS dan Pegawai PPPK Masih Terbatas, Pemkab Karawang Menilai Tenaga Honorer Masih Dibutuhkan

Idris menjelaskan bahwa yang paling penting adalah keresahan dari para tenaga honorer dapat disampaikan ke pemerintah pusat

Idris meminta Anies Baswedan dapat mendiskusikan skema lain rekrutmen seleksi dan pemenuhan kebutuhan pemerintah daerah.

BERITA VIDEO: Hamilton Spa & Massage Resmi Ditutup Permanen!

"Apalagi Pak Anies statusnya Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), beliau harus mengupayakan kejelasan integrasi kebijakan antara pusat dan daerah masalah SDM ini. Jangan sampai kebijakan pusat-daerah tidak sinkron, apalagi sampai merugikan para tenaga honorer," tutur Idris.

Idris berharap para kepala daerah dapat mengupayakan para honorer terutama yang sudah lama bekerja dan memiliki keahlian untuk bisa tetap bekerja.

"Harus dipikirkan juga nasib dari para tenaga honorer yang saat ini punya kompetensi dan yang sudah bekerja lama. Mereka sudah membaktikan dirinya kepada negara, jangan dibuang begitu saja," papar Idris.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved