Berita Internasional

DISNEY, Netflix, Meta, Bayari Biaya Aborsi Karyawan setelah Mahkamah Agung AS Larang Aborsi

Disney, JP Morgan Meta (Facebook) dan Netflix tanggung biaya aborsi karyawan setelah putusan MA AS larang aborsi diterapkan di 26 negara bagian

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
dailymail.co.uk
Perusahaan multinasional seperti Disney, JP Morgan, Meta (Facebook), dan Netflix, siap menanggung biaya aborsi yang dilakukan karyawan mereka setelah keputusan Mahkamah Agung AS melarang aborsi diterapkan di sejumlah negara bagian. 

* Mahkamah Agung AS larang aborsi

* Disney, JP Morgan, Meta, dan Netflix siapa bayar biaya aborsi karyawan

* Mahkamah Agung AS batalkan keputusan penting tahun 1973 Roe v Wade

* 26 negara bagian di AS siap terapkan putusan MA larang aborsi

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Beberapa perusahaan blue chip termasuk Disney, JP Morgan, dan Meta akan menanggung biaya aborsi yang dilakukan karyawan mereka.  

Perusahaan lain termasuk Netflix, penerbit Vogue Conde Naste, dan Yelp juga telah mengisyaratkan bahwa mereka akan menanggung biaya aborsi.

Langkah sejumlah perusahaan multinasional tersebut dilakukan setelah keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat untuk membatalkan Roe v. Wade, yang menjamin hak perempuan Amerika untuk melakukan aborsi.

Demikian berita terkini Wartakotalive.com bersumber dari dailymail.co.uk pagi ini. 

Baca juga: Tidak Ada Pasal Aborsi di UU TPKS Karena Sudah Diatur di UU Kesehatan

26 Negara Bagian di AS Larang Aborsi

Sedikitnya 26 negara bagian diharapkan untuk lebih membatasi atau melarang aborsi setelah keputusan MA AS yang melarang aborsi.

Dengan demikian, kebijakan itu akan menyulitkan karyawan wanita untuk mengakhiri kehamilan kecuali mereka melakukan perjalanan ke negara bagian di mana prosedur aborsi masih diperbolehkan.

Disney mengatakan pada hari Jumat bahwa itu akan menutupi biaya karyawan yang perlu melakukan perjalanan ke lokasi lain untuk mengakses perawatan, termasuk aborsi, sehubungan dengan keputusan Mahkamah Agung.

Perusahaan mempekerjakan 195.000 di seluruh dunia, termasuk sekitar 80.000 di Florida, di mana Gubernur Ron DeSantis menandatangani undang-undang yang melarang aborsi setelah 15 minggu kehamilan.

Baca juga: Viral, Bidan Bocorkan Obat untuk Aborsi, Ternyata Memperkuat Janin

Disney mengatakan kepada karyawan pada hari Jumat bahwa mereka mengakui dampak dari keputusan aborsi, tetapi tetap berkomitmen untuk menyediakan akses komprehensif ke perawatan kesehatan berkualitas, termasuk untuk aborsi, menurut juru bicara Disney.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved