Polusi Udara

Asep Kuswanto Minta Masyarakat Gunakan Masker saat di Jakarta, karena Polusi Udara Sedang Parah

Masyarakat yang beraktivitas di Jakarta sebaiknya memakai masker, karena polusi udara sedang parah, khawatir sakit paru-paru.

Penulis: Gilar Prayogo | Editor: Valentino Verry
Dionisius Arya Bima Suci / Tribun Jakarta
Asep Kuswanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengatakan warga sebaiknya memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, karena polusi udara di Jakarta sedang tinggi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto meminta masyarakat yang beraktivitas di Jakarta untuk menggunakan masker.

Sebab kualitas udara saat ini sedang buruk, yakni tingkat polusi yang parah.

Asep menyarankan masyarakat menggunakan masker bukan hanya saat pandemi, tetapi penggunaan masker untuk meredam polusi itu.

Baca juga: Pemkot Jaksel Gerak Cepat, Fasilitasi Warga yang Ingin Ubah Data Terkait Perubahan Nama Jalan

“Sekarang ini masker berfungsi bukan hanya untuk mencegah virus Covid-19, tapi untuk Kesehatan paru karena polusi udara,” ujarnya, Jumat (24/6/2022).

Kualitas udara Jakarta saat ini memang sedang kurang baik.

Pemicunya adalah emisi yang bersumber dari bergerak dan sumber tidak bergerak.

"Jadi gini kalau kami bicara kualitas udara Jakarta saat ini sedang kurang baik. Pemicunya adalah emisi dari sumber bergerak dan sumber tidak bergerak," tuturnya.

Menurut Asep, sumber bergerak itu berasal dari kendaraan (roda empat dan roda dua) dan itu adalah 75 persen pencemaran.

Kedua, berasal dari sumber emisi tidak bergerak itu dari perusahaan dari cerobong asap maupun konstruksi yang sedang dilakukan masyarakat.

"Pembangunan kan sekarang sedang marak, semakin baik, sehingga dari konstruksi itu kan menghasilkan debu," ungkapnya.

Menurut Asep, kelembaban suhu di Jakarta, disebabkan cuaca agak mendung dan lembab, serta anginnya juga jarang, dibandingkan dengan kondisi biasanya, serta suhu di Jakarta ini sekarang berkisar 25-29 derajat celcius.

Baca juga: IKAPPI Geram Dengar Candaan Zulkifli Hasan Soal Harga Cabai yang Mahal

"Sebenarnya kalau dari sisi sejuk, saat ini udara Jakarta sejuk,” ujarnya.

“Tetapi karena aktivitas masyarakat semakin banyak itu menyebabkan emisi baik dari sumber bergerak menjadi terkungkung di dalam lapisan atmosfer," imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa emisi di lapisan terbawah atmosfer yang menyebabkan emisi di Jakarta itu terjebak, itu yang menyebabkan polusi tidak bebas dari atmosfer.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved