Stunting

Teh Celli Disibukkan Persoalan Stunting, Target Jadi 15 Persen Tahun 2023 untuk Kabupaten Karawang

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana terus berjibaku mengatasi stunting, di saat wilayahnya sedang berkembang. Ini sungguh memprihatinkan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Muh Azzam
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mematok target ambisius dalam penanganan stunting yakni menjadi 15 persen pada 2023. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana menyatakan penurunan angka stunting menjadi program prioritas pemerintah daerah.

Pihaknya menargetkan penurunan angka stunting sebesar 15 persen pada 2023.

"Penurunan stunting sebesar 15 persen jadi target kami di 2023," katanya, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Ayu Ting Ting dan Jordi Onsu Dikabarkan Pacaran, Zaskia Gotik: Cepat Dapat Jodoh dan Banyak Anak

Menurut wanita yang akrab disapa Teh Celli ini, pada tahun 2021 Karawang sudah mengalami penurunan angka stunting sebesar 3,41 persen dengan angka sekarang mencapai 20,6 persen.

Sementara untuk angka rata rata nasional 24,4 persen dan angka rata rata di Jawa Barat 24,5 persen.

"Jadi saat ini Kabupaten Karawang masuk dalam kategori sedang," ucapnya.

Untuk itu, ia menargetkan terjadi penurunan angka stunting tahun 2023 di Karawang menjadi 15 persen.

Saat ini, Karawang masih di peringkat ke-11 seperti Kabupaten Purwakarta.

Ia berharap semua pihak harus berkomitmen dalam penurunan angka stunting dengan menjadikan gerakan masif baik penyusunan program kerja, sasaran serta langkah konkrit untuk penanggulangan angka stunting di Kabupaten Karawang.

Ia juga menambahkan bahwa pemkab telah menetapkan di tahun 2022 – 2023 ada sekitar 22 desa di Karawang yang menjadi lokus atau wilayah fokus garapan percepatan penurunan stunting.

"Mari kita bekerja di bidang masing-masing untuk melakukan penurunan angka stunting melalui intervensi spesifik demi mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas," tandasnya.

Masalah Asia Tenggara

Kekurangan gizi hingga kelebihan berat badan atau obesitas dialami hampir 14.000 anak berumur enam bulan sampai 12 tahun di kawasan Asia Tenggara.

Demikian hasil penelitian yang dilakukan FrieslandCampina dalam rentang waktu antara 2019 dan 2021 menggandeng universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Baca juga: Taman Margasatwa Ragunan Semarak Dekorasi Khas Betawi, dalam Peringatan HUT ke-495 Kota Jakarta

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved