HUT Jakarta

Mengunjungi Museum Wayang, Cara Tepat Generasi Muda Peringati HUT ke-495 Jakarta

Bagi generasi muda peringatan HUT ke-495 Kota Jakarta harus dimanfaatkan dengan baik, cara ya mengunjungi Museum Wayang untuk mengenal ribuan koleksi.

warta kota/leonardos wical
Pemandu Museum Wayang, Bayu Martia, mengatakan ada ribuan koleksi wayang yang bisa dilihat generasi muda saat peringatan HUT ke-495 Jakarta, Rabu (22/6/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Diresmikan sejak 13 Agustus 1975 oleh Gubernur Ali Sadikin, gedung Museum Wayang ternyata sudah dibangun sejak tahun 1640.

Seorang pemandu Museum Wayang, Bayu Martia (41) menceritakan, awal gedung dibangun pada tahun 1640 dijadikan sebagai sebuah Gereja.

Saat itu namanya Gereja Belanda Lama atau disebut dengan 'de oude Hollandsche Kerk'.

Baca juga: Putri Delina Merasa Kesepian hingga Tidak Punya Semangat Hidup, Nathalie Holscher: Bunda Minta Maaf

"Lalu tahun 1732, Gereja tersebut direnovasi hingga pada tahun 1736," ujar Bayu.

Bayu mengatakan, saat selesai proses renovasi, namanya berubah menjadi Gereja Belanda Baru atau 'de nieuwe Hollandsche Kerk’.

Pada tahun 1808 terjadi gempa hebat yang mengakibatkan robohnya gedung tersebut.

Lalu setelah dibangun kembali, Bayu menginformasikan, pada tahun 1912 bangunan tersebut beralih fungsi menjadi perkantoran dan dijadikan gudang milik perusahaan Geo Wehry & Co.

"Kemudian tanggal 22 Desember 1939 menjadi Museum Batavia Lama. Lalu diresmikan sebagai Museum Wayang oleh Gubernur Ali Sadikin pada tanggal 13 Agustus 1975," ujar Bayu.

Alasan pemilihan menjadi Museum Wayang karena memang untuk melestarikan budaya wayang, yang merupakan budaya asli Indonesia.

Bayu menginformasikan, sekitar 6.800 wayang dipamerkan di Museum Wayang.

Koleksinya diambil dari berbagai daerah Indonesia bahkan mancanegara.

Baca juga: Polda Metro Selidiki Kasus Rudapaksa Wanita 30 Tahun di Apartemen Taman Anggrek

"Untuk di Indonesia, kita ada bermacam-macam. Kebanyakan dari Pulau Jawa. Tapi ada juga dari Sumatera, Bali, Lombok, Kalimantan," ujar Bayu.

Lebih lanjut Bayu menginformasikan, untuk koleksi dari luar negeri ada dari: Malaysia, Kamboja, Thailand, Prancis, Inggris, China, India, dan sebagainya.

Beragam jenis wayang mulai dari wayang beger, wayang klitik, wayang golek, dan wayang kulit, terpampang di setiap sisi tembok Museum Wayang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved