HUT Jakarta

Komisi E DPRD DKI Minta Jakarta Hajatan ke-495 Tahun jadi Momentum Perbanyak Ruang Kebudayaan

Jakarta Hajatan Ke-495, diharap menjadi momentum agar Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperbanyak ruang-ruang berkebudayaan di Jakarta.

dok Jakpro
Jakpro menjadikan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai salah satu lokasi untuk rangkaian Jakarta Hajatan. Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastoamidjojo meminta Jakarta Hajatan Ke-495, menjadi momentum agar Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperbanyak ruang-ruang berkebudayaan di Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastoamidjojo meminta Jakarta Hajatan Ke-495, menjadi momentum agar Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperbanyak ruang-ruang berkebudayaan di Jakarta.

Menurutnya masyarakat menyadari saat ini ruang untuk masyarakat berkegiatan budaya sangat minim.

“Kita tahu bahwa sekarang Taman Ismail Marzuki sedang direvitalisasi, tapi itu saja tidak cukup. Justru pelestarian budaya dimulai dari masyarakat, dari akar rumput,” kata pria yang biasa disapa Ara ini, Rabu (22/6/2022).

Ara berpendapat, sektor kebudayaan saat ini tidak cukup mendapat perhatian karena masih banyak ditemukan kelompok-kelompok seni yang sulit mendapat ruang yang layak untuk berkesenian.

Dia menyebutkan bahwa pemerintah harus memikirkan visi bahwa ruang yang ideal untuk masyarakat melakukan kegiatan kebudayaan seperti teater, tari, pencak silat, dan sebagainya harus mudah ditemukan.

“Aktivasi lagi Gelanggang Remaja untuk bukan hanya sebagai tempat olahraga, tapi juga untuk kegiatan kebudayaan. Perbanyak dan revitalisasi Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) agar berstandar internasional,” ucapnya yang juga menjadi Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta ini.

Baca juga: Dinas Parekraf Gandeng Artis Tenar pada Acara Konser Gratis di TIM untuk Meriahkan Jakarta Hajatan

Ara menyampaikan bahwa banyaknya ruang untuk melakukan kegiatan kebudayaan akan membuat ekosistem berkembang.

Dengan demikian, ketahanan budaya di Jakarta dapat terjaga.

Baca juga: Pemprov DKI Ajak Masyarakat Kelola Sampah Secara Kolosal Menyambut Jakarta Hajatan

“Jangan cuma fokus untuk membangun gedung-gedung monumental saja, harus ada visi membangun ekosistem kebudayaan agar kegiatannya berkesinambungan, pekerja budaya juga bisa sejahtera dari bidangnya. Akhirnya akan tercipta ketahanan budaya di Jakarta ini,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved