Berita Jakarta

Anies Klaim Penggantian Nama Jalan dengan Tokoh Betawi Lewat Konsultasi dari Berbagai Instansi

Menurut Anies Baswedan, instansi-instansi terkait akan melakukan penyesuaian data dengan nama jalan baru.

Wartakotalive/Nur Ichsan
Jalan Guru Ma'mun, yang sebelumnya bernama Jalan Rawa Buaya, Selasa (21/6/2022). Anies Baswedan mengklaim penggantian mama Jalan dengan Tokoh Betawi Lewat Konsultasi dari Berbagai Instansi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim, penggantian 22 nama jalan di Ibu Kota dengan nama tokoh Betawi sudah dikonsultasikan dengan berbagai instansi.

Bahkan pemerintah daerah juga menggandeng lembaga vertikal dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Semua prosesnya itu sudah melewati konsultasi dari instansi terkait dari BPN, terkait pertanahan dan kepolisian terkait kendaraan bermotor. Kemudian kependudukan dan semua instansi lain,” kata Anies usai rapat paripurna Jakarta Hajatan ke-495 di DPRD DKI Jakarta pada Rabu (22/6/2022).

Menurut Anies, instansi-instansi terkait akan melakukan penyesuaian data dengan nama jalan baru.

Hal ini dilakukan saat warga memperbarui data kependudukan atau dokumen lain yang mencantumkan alamat.

“Ketika ada kepengurusan (administrasi) langsung akan dilakukan penyesuaian namanya. Jadi, Insya Allah tidak akan membebani, dan nama yang masih ada sekarang masih berlaku ketika melakukan pembaruan,” ujarnya.

Baca juga: Meski Masa Jabatan Gubernur DKI Seleasi Oktober, Anies Pastikan Program Tidak Berhenti

Kata Anies, penggantian nama jalan merupakan ikhtiar bersama. Karena itu, Anies menepis anggapan bahwa penggantian nama dilakukan tanpa persiapan yang matang.

“Ini termasuk ikhtiar kami untuk membuat jalan-jalan kita makin akurat. Kenapa disebutkan bergelombang? karena ada pergantian jalan lain yang masih berproses. Kami tidak mau mengganti sebelum penyiapan antarinstansi selesai, jadi yang tadi saya bilang dan semua ada konsultasi Wali Kota dan warga sekitar,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengabadikan sejumlah tokoh Betawi sebagai nama jalan, gedung dan zona khusus dalam rangka menjadikan Jakarta sebagai kota yang menghargai sejarah.

Baca juga: Warga Rawa Buaya Senang Nama Jalan Diubah Menjadi Guru Mamun, karena Sosok Teladan yang Luar Biasa

Pengabdian nama-nama tokoh Betawi pada ruang publik itu secara simbolis diresmikan di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2022).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan pemberian nama jalan ini sebagai bentuk upaya penghormatan untuk mengenang kontribusi besar para tokoh Betawi tersebut.

“Mereka adalah pribadi yang dikenang karena mereka memberikan manfaat bagi sesama, mereka ini adalah pribadi yang kita kenang karena hidupnya dihibahkan untuk kemajuan,” ucapnya.

Baca juga: Fahira Idris Sebut Pemakaian Nama Jalan Mpok Nori dan Haji Bokir Berdasar Aspirasi Warga

Pemprov DKI Jakarta ingin menjadikan jalan di Jakarta sebagai ‘museum peradaban’ yang dapat dikenang oleh warga ketika mereka berjalan kaki maupun berkendara melewati lokasi tersebut.

“Ketika kita lewat jalan itu, kita akan sadar nama itu dan kontribusinya, sekaligus di Jakarta kami ingin melakukan perbaikan nama jalan yang akan ditata sebagai penunjuk sesungguhnya,” kata dia. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved