Terorisme

Kepala BNPT Ungkap Timnya Selama 2021 Deteksi 650 Konten Memuat Propaganda Radikalisme

Konten itu berbunyi terkait fenomena radikalisasi, nilai-nilai kekerasan bertransformasi dari cara tradisional menjadi moderen.

Wartakotalive/Alfian Firmansyah
Kepala BNPT Boy Rafli ungkapkan 650 konten penuh isi radikalisme 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendeteksi sepanjang tahun 2021 terdapat konten propaganda radikalisme dan ada 650 konten yang memuat unsur-unsur bertentangan dengan Pancasila.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) , Komisaris Jenderal (Komjen) Boy Rafli Amar mengungkapkan konten itu tersebar sepanjang Pandemi Covid-19, dan di manfaatkan oleh kelompok radikal yang bertentangan dengan Pancasila digunakan untuk menyerang pemerintah.

"Konten propaganda ini mengandung anti Pancasila," tutur Boy kepada wartawan, Senin (20/6/2022)

Konten itu berbunyi terkait fenomena radikalisasi, nilai-nilai kekerasan bertransformasi dari cara tradisional menjadi moderen.

"Mereka dulu bergerak dengan senyap, namun sekarang memanfaatkan kemajuan teknologi dalam melakukan propaganda nilai, ideologi, perekrutan, dan hingga penggalangan dana," ucap Boy.

Boy juga menyebutkan bahwa jika konten itu memuat beragam upaya pencarian dana dan pelatihan, untuk kelompok radikal dengan ideologi khilafah.

Baca juga: Dua Petinggi Khilafatul Muslimin di Karawang Ditangkap, Polisi Sita Anak Panah dan Spanduk Khilafah

Selain itu, BNPT sudah mencatat ada beberapa organisasi keagamaan dengan ideologi khalifah dan telah dilarang oleh pemerintah, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI) dan yang belakangan ini ramai dibicarakan adalah Khilafatul Muslimin (KM).

"Kelompok KM ini sudah melakukan pengenalan paham khilafah dengan melakukan konvoi dan penyebaran tentang khilafah di tempat umum," tutup Boy.

Boy mengungkapkan ideologi Pancasila yang dianut Negara Indonesia sudah paripurna sebagai ideologi yang menjadi dasar pegangan negara.

Pandangan Sistem Khilafah dari FKUB Kota Bekasi terkait Viralnya Khilafatul Muslimin 

Sistem khilafah kembali mencuat dan menjadi perbincangan masyarakat di tengah kasus penangkapan pemimpin Khalifatul Muslimin, organisasi keagamaan yang mengaungkan mengenai sistem khilafah.

Merespon hal ini, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi pun memberikan pandangan terkait kasus yang terjadi, apalagi organisasi Khalifatul Muslimin sendiri juga saat ini ada di Kota Bekasi.

Wakil Ketua FKUB Kota Bekasi, Soekandar Ghazali mengatakan jika melihat sejarah Islam, tak dipungkiri jika zaman Nabi sendiri sudah menganut sistem khilafah.

Dimana khilafah itu adalah sistem pemerintahan yang bersumber pada aturan dan sunnah.

Baca juga: Selain Konvoi di Jalan, Khilafatul Muslimin Rajin Sebarkan Ideologi Khilafah ke Sekolah-sekolah

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved