Khalifatul Muslimin

Jemaah Khilafatul Muslimin Deklarasi Setia NKRI dan Pancasila, Pemkot Bekasi Memberikan Pendampingan

Jemaah Khilafatul Muslimin melakukan aksi deklarasi menyatakan setia pada NKRI dan menolak radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Joko Supriyanto
Ratusan jemaah Khalifatul Muslimin deklarasi setia kepada NKRI dan Pancasila, Senin (20/6/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja telah ditangkap polisi beberapa waktu lalu.

Usai penangkapan itu, masyarakat menolak semua kegiatan Khilafatul Muslimin, salah satunya di Kota Bekasi.

Seiring adanya banyak penolakan, ratusan santri di pondok pesantren yang ditangani organisasi itu dipulangkan ke wilayah asal mereka masing-masing. 

Kini, para jemaah Khilafatul Muslimin melakukan aksi deklarasi menyatakan setia pada NKRI dan menolak radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila.

Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyah Khilafatul Muslimin, Bekasi Selatan, Senin (20/6/2022).

Deklarasi itu dipimpin oleh Amir Khilafatul Muslimin Bekasi Raya Abu Salma.

Acara itu diikuti oleh puluhan jemaah.

Baca juga: Abu Salma Pimpin Pengikut Khilafatul Muslimin Deklarasi Setia pada Pancasila, Janji Nggak Radikal

Baca juga: Ratusan Pengikut Khilafatul Muslimin Bekasi Raya Deklarasi Setia kepada Pancasila 

Baca juga: Polda Metro Terus Selidiki Aliran Dana Kelompok Khilafatul Muslimin

Beri Pendampingan 

Setelah jemaah Khilafatul Muslimin mengucapkan sumpah setia kepada NKRI, Pancasila, dan menolak radikalisme, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan memberikan pendamping secara berjenjang agar satu pemahaman mengenai ideologi Pancasila.

Demikian dikatakan oleh Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto

"Kami tingkat Kota dengan pak Plt, Dandim, Kapolres, akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan, saya kira agar ada satu keinginan yang sama dengan kita semua untuk membangun Kota Bekasi yang Cerdas, Maju, dan Sejahtera," kata Tri Adhianto.

Menurut Tri Adhianto, jika paham yang dianut oleh jemaah Khilafatul Muslimin perlu di luruskan, maka para jemaah perlu dirangkul dan diberikan pemahaman.

Hal itu dianggap oleh Tri Adhianto sebagai bagian dari amar ma'ruf nahi munkar, yaitu saling mengingatkan

"Pemahaman pemahaman yang seperti ini perlu kita luruskan bersama, dan ini harus Kita rangkul dan kita ajak bersama," ujar Tri Adhianto.

Halaman
12
Sumber: Tribun bekasi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved