Spanduk Foto Anies

Bikin Heboh, Satpol PP Cabut Spanduk Berisi Foto Anies Bersanding dengan Tujuh Presiden RI Depan UNJ

Pendukung Anies Baswedan bertindak kelewatan. Belum juga jadi Presiden RI, sudah menyandingkan foto idolanya itu dengan Presiden RI lainnya. Terlalu!

Editor: Valentino Verry
Warta Kota/ Yolanda Putri Dewanti
Pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah tak sabar melihat idolanya memenangi Pilpres 2024 untuk menjadi Presiden RI kedelapan. Hal ini diungkapkan dalam bentuk spanduk, tapi kini sudah menghilang. 

"Padahal ya kita tidak tahu karena kan Anies juga belum resmi dicalonkan oleh partai koalisi untuk menjadi capres lalu juga kita belum tahu siapa yang akan menang kan gitu. Jadi sesungguhnya pertandingannya masih lama, kalaupun ada spanduk seperti itu ya itu mungkin bagian daripada dinamika dalam konteks berdemokrasi," lanjutnya.

"Di situlah apa namanya mungkin ya cerdiknya dari para pendukung relawan Anies, memunculkan spanduk itu ketika Anies sudah di publish menjadi salah satu katakanlah usulan dari Partai NasDem," lanjutnya.

Ditertibkan Satpol PP

Sebuah spanduk menampilkan wajah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama tujuh Presiden Indonesia terpasang di JPO Jakarta Timur.

Spanduk berukuran besar tersebut terpasang di Jalan Pemuda, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung tepatnya depan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ibnu Chuldun.

Tidak diketahui pasti kapan spanduk dipasang dan siapa yang memasang, namun bila dilihat dari warnanya yang belum tampak kusam spanduk diduga belum lama dipasang.

Berdasarkan data yang dihimpun, spanduk menyandingkan wajah Anies Baswedan dengan tujuh Presiden Indonesia itu hanya terpasang di JPO Jalan Pemuda dari arah Matraman menuju Pulogadung.

Pada Sabtu (18/6/2022) sekira pukul 14.53 WIB, jajaran Satpol PP Kelurahan Rawamangun menertibkan spanduk yang menyandingkan wajah Anies bersama tujuh Presiden Indonesia.

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan penertiban dilakukan karena tidak berizin dan melanggar Perda DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Enggak ada info pengajuan izin, jadi kita tertibkan. Penertiban dilakukan karena spanduk melanggar Pasal 52 Perda Nomor 8, " kata Budhy di Jakarta Timur, Sabtu (18/6/2022).

Isi Pasal 52 yakni: Setiap orang atau badan dilarang menempatkan atau memasang lambang, simbol, bendera, spanduk, umbul-umbul, maupun atribut-atribut lainnya pada pagar pemisah jembatan

Kemudian pagar pemisah jalan, jalan, jembatan penyeberangan, halte, terminal, taman, tiang listrik dan tempat umum lain sehingga perlu ditertibkan bila tidak memiliki izin.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved