Formula E

Anies Baswedan Uraikan Hasil Studi Kelayakan Penyelenggaraan Formula E, Begini Isi Selengkapnya

Anies Baswedan menilai, Formula E bisa mendorong dampak ekonomi lokal dan kawasan, dan menjadi pionir kota global ramah lingkungan

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Chief Championship Officer sekaligus Founder Formula E Alberto Longo di Podium Sirkuit Formula E, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (5/6/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menguraikan hasil studi kelayakan atau feasibility study (FS) penyelenggaraan Formula E yang telah digelar pada Sabtu, 4 Juni 2022 lalu.

Hal itu terungkap dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun 2021 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta.

Dari dokumen yang diterima Warta Kota, Anies meringkas ada empat poin dari hasil studi FS tersebut.

Pertama, Formula E merupakan salah satu kejuaraan internasional balap dengan teknologi ramah lingkungan yang sedang tumbuh menjadi salah satu ajang kejuaraan global yang diselenggarakan oleh kota-kota global seperti New York, London, Paris dan Berlin.

Kedua, Indonesia khususnya Jakarta melalui kejuaraan Jakarta E-Prix Formula E memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan visibilitas positifnya di mata dunia.

Baca juga: Formula E Sukses Digelar, Politisi PSI Kembali Ribut, Kini Tagih Studi Kelayakannya

Baca juga: Nasdem Diprediksi Bakal Usung Anies Baswedan Jadi Capres, Dua Nama Lainnya Sudah Punya Warna

“Mendorong dampak ekonomi lokal dan kawasan, dan menjadi pionir kota global ramah lingkungan,” kata Anies yang dikutip dari LHP atas Laporan Keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun 2021, pada Senin (20/6/2022).

Sementara untuk poin ketiga, kata Anies, Jakarta E-Prix akan memberikan dorongan kuat bagi ekonomi lokal.

Hal ini diproyeksikan dapat memberikan sekitar 78,3 juta Euro atau sekitar Rp 1,2 triliun per tahun untuk tuan rumah melalui pengeluaran yang berdampak, baik langsung dan tidak langsung ke sektor-sektor lain juga.

Baca juga: PSI Tak Sudi Dukung Anies di Pilpres 2024, Grace Natalie Singgung Intoleransi dan Korupsi

“Empat, perhitungan perkiraan keuntungan atas terselenggaranya Formula E di Jakarta tidak semata-mata hanya untuk memperhitungkan untung dan rugi dari sisi finansial. Namun juga mengedepankan dampak kontribusi peningkatan ekonomi dan citra Kota Jakarta secara keseluruhan,” jelasnya.

Untuk memberikan informasi atas manfaat dan dampak ekonomi dari penyelenggaraan Formula E, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan SMG Insight untuk membuat FS ini atas dampak ekonomi dari turnamen.

Untuk potensi jangkauan global pelaksanaan Jakarta E-Prix, yakni 38.500 potensi jumlah penonton umum lokal maupun internasional.

Kemudian 3.500 potensi jumlah penonton khusus lokal dan internasional dan 197 jumlah negara yang menyiarkan Formula E secara langsung.

Di samping itu, penyelenggaraan Formula E juga memberikan dampak yang lebih luas dalam kebijakan dan inisiatif pemerintah daerah maupun pusat.

Rinciannya, menggerakan sektor riil; kampanye ramah lingkungan; kampanye perubahan iklim; menggiatkan olahraga dengan Jakarta sebagai kota global kejuaraan moto sport dunia. Kemudian promosi wisata internasional; rekognisi global melalui media eksposur; kampanye kendaraan listrik dan ekosistemnya; serta menguatkan daya tarik Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan olahraga berskala global.

Baca juga: Kehebatan Anjing Ras Belgian Malinois yang Ikut Kawal Formula E, Bertugas Melacak Bahan Peledak

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved