Bobotoh

Mia Beutik tak Mau Bobotoh Diperalat demi Uang, Stakeholder Harus Duduk Bersama Hapus Insiden Tragis

Mia Beutik, istri pentolan Bobotoh, suporter fanatik Persib Bandung, prihatin selalu diperalat demi uang higga terjadi insiden tragis di Stadion GBLA.

warta kota/alfarizy ajie
Mia Beutik, istri Almarhum Panglima Viking Persib Club (VPC) Ayi Suparman (Ayi Beutik), berharap semua stakeholder duduk bersama membahas eksistensi suporter sepak bola. Sebab selama ini suporter hanya diperalat demi uang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kabar tragis menghampiri dunia sepak bola Indonesia. Pada gelaran turnamen pramusim kali ini, dua pemuda meregang nyawa.

Kedua korban tersebut ialah Sofian Yusuf yang berasal dari Bogor, Jawa Barat dan Ahmad Solihin Bobotoh asal Cibaduyut, Bandung.

Baca juga: PT KAI Tutup Enam Perlintasan Kereta Api Liar Guna Keselamatan Masyarakat, Kerap Terjadi Kecelakaan

Santer, kabar duka tersebut banyak menuai komentar dari berbagai pihak.

Sebagian besar menganggap kejadian ini tak bisa dipandang dari sisi panitia penyelenggara sebagai penanggung jawab.

Mia Dasmawati, atau yang lebih dikenal dengan nama Mia Beutik yang merupakan seorang pentolan Bobotoh, sebutan pendukung Persib Bandung.

Mia yang juga istri dari almarhum Panglima Viking Persib Club (VPC) Ayi Suparman atau yang kerap disapa Ayi Beutik itu pun merespons kejadian naas tersebut.

Ibu dari Jayalah Persibku itu turut menonton langsung pertandingan Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya dalam gelaran Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Menurut Mia, kala itu di Stadion GBLA memang jumlah penonton sudah membludak.

Karena memang sudah lama Bobotoh tak dapat menonton pertandingan secara langsung, maka Ketika ada laga langsung membludak.

Baca juga: Viral di Medsos Pencuri HP di Warnet, pura-pura Jadi Pengunjung, Lihat HP Langsung Sikat

"Ketika lawan Persebaya itu temen-temen Bobotoh saya pikir ini antusias dari temen-temen Bobotoh sendiri yang udah lama ga nonton terus lawan persebaya ya kita anggap saudara juga gitu," tuturnya.

Dengan kejadian ini, Mia Beutik mengajak seluruh pihak yang terkait dengan Persib Bandung dapat duduk bersama untuk mencari titik tengah dari masalah ini.

Mia juga menyayangkan pihak Persib Bandung sekaligus penyelenggara Grup C Piala Presiden itu terkesan tak siap atas eskalasi Bobotoh yang datang.

Ibu dari Jayalah Persibku itupun mengatakan, pihak Persib Bandung yang terkesan belum siap menjadi tuan rumah Piala Presiden kali ini.

Suasana di rumah duka Sofian Yusuf, bobotoh yang meninggal saat hendak menonton laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di GBLA.
Suasana di rumah duka Sofian Yusuf, bobotoh yang meninggal saat hendak menonton laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di GBLA. (Warta Kota/ Alfarizy Ajie Fadhilah)

"Sebenarnya, Bobotoh sendiri kalau cara mengatur benar, pasti mereka bener, kaya sosialisasi gitu kan nggak ada, ini mah dadakan," ujar Mia.

"Kedua, saya melihat petugas keamanan cukup banyak, tapi saya nggak ngerti konsepnya gimana,” imbuhnya.

“Ya kalau memang kalau polisi jeli ada yang keinjak karena desak-desakan, ya tolonglah,"tuturnya.

Mia berharap ke depannya semua stakeholder yang berhubungan dengan Persib Bandung dapat duduk bersama untuk mendiskusikan tentang perkara ini.

Pentolan Bobotoh itu juga mengingatkan kepada Bobotoh untuk tak hanya sekadar menjadi komoditas bagi Persib Bandung.

Ia ingin Bobotoh kembali seperti jati dirinya semula, dengan menjadi pemain kedua belas Persib Bandung.

"Jadi ya saya harap ada evaluasi ke depannya, dari pihak manajemen, Bobotoh, dan semua stakeholder yang berhubungan dengan Persib duduk bareng satu meja dicari solusi," ucapnya.

"Saya minta Bobotoh jangan hanya jadi konsumen, jangan hanya jadi komoditi yang cuma bisa ngehasilin duit tapi Bobotoh itu balikin lagi ke awal semulanya, bahwa Bobotoh itu pemain ke-12 yang mendukung tim," tandas Mia.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved