Berita Jakarta

Pakar Nuklir Tanyakan Kasus UU ITE Dilakukan Pejabat Bapeten, Serta Serahkan Buku Korupsi

Video itu berisikan pengakuan tiga penguji terkait dirinya lulus uji kompetensi dan berhak naik pangkat serta jabatan sebagai pengawas radiasi utama. 

Wartakotalive/Miftahul Munir
Seorang pakar Nuklir, Togap Marpaung mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Jumat (17/6/2022) sore. 

Pakar Nuklir Datangi Polda Metro untuk Tanyakan Perkembangan Kasus Laporannya dan Serahkan Buku Dugaan Korupsi di Bapeten

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Seorang pakar Nuklir, Togap Marpaung mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Jumat (17/6/2022) sore.

Ia datang untuk menanyakan perkembangan kasus UU ITE dengan terlapor pejabat di Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) karena memotong video barang bukti dalam persidangan.

Video itu berisikan pengakuan tiga penguji terkait dirinya lulus uji kompetensi dan berhak naik pangkat serta jabatan sebagai pengawas radiasi utama. 

Namun, kehadiran penguji keempat dalam uji kompetensi itu membuat ia tidak lulus demi menjatuhkan harkat dan martabatnya.

Selain mempertanyakan perkembangan kasus, ia juga membawa buku yang ditulisnya sendiri tentang dugaan korupsi Bapeten  atau Badan Pengawas Tenaga Tenaga Nuklir

Baca juga: Kasus Korupsi Mangkrak 7 Tahun, Eks Pegawai Bapeten Ngadu ke Mahfud MD

Buku itu diberi judul oleh Togap 'Rudal Pelapor (Whistleblower) Dugaan Korupsi Pengawas Nuklir'.

Buku ini sudah diserahkan oleh Togap ke sejumlah pejabat di instansi pemerintah Bupati, Ketua DPRD Toba, Rektor UI, Perpustakaan Nasional, Presiden Joko Widodo, Ibu Megawati Soekarnoputri, Ganjar Pranowo, Bobby Nasution dan Gibran Rakabuming dan Menkomaritim Luhut Binsar Pandjaitan. 

Rencana buku juga akan dikirim kepada Mensesneg, Menseskab dan Ketua DPR, ketua MPR, Ketua DPD dan sebagainya.

Kemarin ia telah menyerahkan ke Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis dan Wadirkrimsus. 

"Tadi saya sudah ke sana, tapi beliau berdua tidak ada di tempat dan saya titipkan 2 eksemplar ke staf Direktur," tuturnya kepada Wartakotalive.com Sabtu (18/6/2022).

Rambutnya yang mulai memutih, semangat Togap untuk mencari keadilan tak pernah surut karena ia berharap kepada polisi agar ada tindak lanjut dua perkara yang dilaporkan.

Baca juga: Mantan Pegawai Bapeten tak Sabar Pengusutan Dugaan Korupsi Terkait Nuklir Mangkrak Tujuh Tahun

Sejak tahun 2021 lalu, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sudah berjanji akan segera gelar perkara.

Namun kasus pemotongan rekaman video ini belum juga ada perkembangan dan ia merasa kecewa karena ada saksi yang tidak mau hadir meskipun sudah dihubungi hingga ke rumahnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved