Berita Tangsel

INI Faktor Penyebab Stunting di Wilayah Tangerang Selatan Masih Terjadi

Stunting sendiri adalah ketidakseimbangan tinggi badan, berbeda dengan gizi buruk.

Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang
Kepala dinas kesehatan kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdiar.   

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Berdasarkan survei status gizi, angka stunting di Tangerang Selatan  berada di angka 19,9 persen.

Data tersebut dilansir tahun 2020 lalu, karena tahun 2021 terkendala oleh Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdiar ada dua faktor penyebab stunting di wilayah Tangsel.

Baca juga: Kementerian BUMN dan Pemkot Tangsel Gelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM di Pondok Cabe

"80 persen karena kurang asupan protein, tapi sisanya karena pola asuh," kata Allin kepada Wartakotalive.com, Sabtu (18/6/2022).

Ia menjelaskan, pola asuh yang dimaksud mencakup pemberian ASI, pola awal makan yang salah, hingga pengasuhan bayi yang kerap ditemukan bayi diasuh oleh bukan ibunya, sehingga menyebabkan stunting.

"Stunting sendiri adalah ketidakseimbangan tinggi badan dengan umur," kata Allin. 

"Berbeda dengan gizi buruk yang dibandingkan adalah berat badan dengan umur," sambungnya. 

Allin kembali menjelaskan, untuk bayi bisa bertumbuh yakni dengan asupan protein yang tinggi.

"Jadi yang dilihat adalah kemampuan mengkonsumsi protein. Jadi kemampuan mengkonsumsi protein ini masih ada yang kurang, sehingga kami bantu dengan mengadakan pos gizi," katanya. (raf)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved