Khilafatul Muslimin

Khilafatul Muslimin Beri Pendidikan Gratis untuk Tarik Kader, Orangtua Siswa Wajib Dibaiat

Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, karena orangtuanya sudah dibaiat maka pendidikan siswa dilakukan secara gratis.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Miftahul Munir
Pemimpin Khilafatul Muslimin, Abdul Qodir Hasan Baraja ditangkap di Bandar Lampung dan tiba di Mapolda pada Selasa (7/6/2022) sore. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kelompok Khilafatul Muslimin diketahui memiliki 25 sekolah yang tersebar di Indonesia.

Mereka menggratiskan biaya pendidikan siswa dengan syarat orangtua siswa dibaiat bergabung ke organisasi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, karena orangtuanya sudah dibaiat maka pendidikan siswa dilakukan secara gratis.

"Tapi wali muridnya yang dibaiat wajib memberikan infak Rp 1.000 perhari," ucapnya Kamis (16/6/2022).

Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat ini mengaku, ada puluhan ribu data warga yang sudah dibaiat oleh kelompok Khilafatul Muslimin 

Hal itu katanya terbukti dari buku yang ditemukan di markas Khilafatul Muslimin dan ada nomor induk warga yang dianggap sebagai KTP.

Baca juga: Struktur Organisasi Khilafatul Muslimin Mirip Negara, Ada Pemimpin, Menteri sampai Kepala Daerah

"Setelah kami klasifikasi (warga yang tergabung) yang tertinggi wiraswasta, kemudian petani 20 persen, karyawan 25 persen, guru 3 persen, termasuk di sini ada ASN dan dokter serta lain sebagainya," tutur Hengki.

Polisi berpangkat melati tiga ini mengaku, ada keprihatinan kepada peserta didik karena tidak diajarkan ideologi Pancasila.

Kemudian siswa dilarang untuk menghormati bendera Merah Putih dan harus hormat terhadap bendera Khilafah.

Baca juga: Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin Sudah Doktrin 30 Sekolah Soal Gantikan Ideologi Pancasila

Baca juga: Spanduk Penolakan Dipasang di Dekat Ponpes Khilafatul Muslimin Bekasi, Abu Salma Serahkan ke Aparat

Sehingga, dalam penyebaran ajaran ini ada penyimpangan karena siswa diminta supaya tidak tunduk dengan aturan pemerintah yang sah.

"Ini menjadi keprihatinan kita bersama dan di sini perlu kami sampaikan juga bahwa mulai dari pimpinan tertinggi Abdul Qodir Hasan Baraja ini merupakan eks Napiter," ucapnya.

Baca juga: Kesbangpol Kabupaten Karawang Sebut 27 Sekolah Baru Terindikasi Bukan Terpapar Khilafatul Muslimin

Sebelumnya, Kelompok Khilafatul Muslimin memiliki 25 pondok pesantren untuk menyebar faham kepada peserta didik agar bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Hengki mengatakan, kurikulum pendidikan di kelompok ini diatur oleh Menteri Pendidikan berinisial AS.

Baca juga: Karang Taruna RW 03 Pekayon Jaya Memasang Spanduk Penolakan di Dekat Ponpes Khilafatul Muslimin

Kemudian juga diatur oleh pemimpin tertinggi di Pondok Pesantren yang didirikan oleh Khilafatul Muslimin.

"Itu diatur dimana sekolah ini berbasis khilafah dan tak pernah mengajarkan Pancasila dan UU Dasar 1945," tuturnya Kamis (16/6/2022).

Dalam pembelajaran di pondok tersebut, para pengajar menyebarkan ajaran supaya taat dan patuh dengan Khalifah.

Baca juga: Kesbangpol Kabupaten Karawang Sebut 27 Sekolah Baru Terindikasi Bukan Terpapar Khilafatul Muslimin

Baca juga: Sudah Mendoktrin Sebanyak 30 Sekolah, Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Mojokerto

Baca juga: Hingga Sekarang Total Tersangka Kelompok Khilafatul Muslimin yang Ditangkap Sudah Mencapai 23 Orang

Selain itu juga, para peserta didik tidak diwajibkan untuk tunduk kepada aturan pemerintah yang sudah ada.

"Kemudian juga diajarkan di sini bahwa sistem yang dikenal adalah khilafah. Di luar khilafah adalah thogut, atau setan dan iblis," tegasnya.(m26)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved