Pemerkosa Balita

Majelis Hakim Pengadilan Karawang Diskon Vonis Terdakwa Pemerkosa Balita, Sayang Keluarga Menerima

Majelis hakim Pengadilan Karawang memberikan keringanan kepada terdakwa pemerkosa balita, ini sungguh disayangkan, bukan vonis maksimal.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Indian Express
Ilustrasi - Pengadilan Karawang tak menjatuhkan vonis maksimal sesuai tuntutan Jaksa pada kasus pemerkosaan balita. Ini menjadi preseden buruk. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Terdakwa MRD (20) kasus pemerkosaan balita divonis 11 tahun penjara dan denda Rp 100 juta oleh majelis hakim pada sidang pembacaan putusan di Pengadilan Karawang, Selasa (14/6/2022).

Ketua Majelis Hakim Melda Lolyta Sihite menyatakan terdakwa secara sah dan menyakinkan melanggar Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Baca juga: Daftar Nama Menteri yang akan Direshuffle Jokowi, Ada Yasin Limpo, Sofyan Djalil, Surya Tjandra ?

"Terdakwa diputus 11 tahun penjara dan denda Rp 100 juta atau subsider penjara enam bulan," katanya dalam persidangan.

Dalam pembacaan putusan itu, majelis hakim menuturkan dari hasil visum yang dilakukan di RSUD Karawang membuktikan kalau terdakwa memang bersalah.

"Visum yang dilakukan di RSUD Karawang pada Oktober 2021. Diperoleh hasil terdapat lecet pada bibir korban dan robekan pada selaput dara,” kata Melda didampingi hakim anggota Dedi Irawan dan Seti Handoko.

“Robekan tersebut tidak sampai dasar. Dua luka itu karena kekerasan benda tumpul," imbuhnya.

Akibat perilaku bejat terdakwa, korban yang masih berusia empat tahun mengalami trauma berkepanjangan.

Putusan hakim ini selisih beberapa tahun dari tuntutan Jaksa.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Karawang Nurhaqiqi pada sidang sebelumnya menuntut 13 tahun penjara kepada terdakwa.

Baca juga: Berkat Penonton Carolina Marin Tampil Memukau Jelang Ultah ke-29 di Indonesia Open

Setelah vonis dibacakan, terdakwa didampingi kuasa hukumnya meminta waktu untuk mempertimbangkan apakah akan menerima vonis hakim atau mengajukan banding. Majelis hakim memberi waktu satu minggu.

Atas putusan hakim itu, pihak keluarga mengapresiasinya.

Putusan hakim dinilai maksimal atau tidak jauh dari tuntutan jaksa 13 tahun.

"Kami bersyukur, pelaku dapat hukuman setimpal. Walaupun tetap itu sangat membuat kami terpukul dan anak kami trauma," katanya.

Baca juga: Syafrin Liputo Ingatkan Pengendara Soal Uji Emisi, Jika tak Lulus Bakal Dikenakan Tarif Parkir Mahal

Sebelumnya, keluarga korban perbuatan asusila di Karawang meminta pelaku dihukum berat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved