JKN

Pemkab Bogor Agresif Terbitkan Kartu Bogor Sehat, karena Ada 17,4 Persen Warga Belum Miliki JKN

Pemkab Bogor harus kerja keras sebab masih banyak warganya yang belum memiliki Kartu Bogor Sehat.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Hironimus Rama
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Bogor, Hadijana, memaparkan strategi pihaknya untuk menggejot penerbitan Kartu Bogor Sehat. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah ini.

Sampai April 2022, cakupan JKN Kabupaten Bogor 82,86 persen dari 5,3 juta warga Kabupaten Bogor.

Berarti ada 17,14 persen (852.060) warga yang belum memiliki atau belum terdaftar dalam program JKN.

Baca juga: Operasi Patuh Jaya 2022 di Jakarta Barat Berlokasi di Tol Tomang, Kota Tua dan Slipi Jaya

Hal itu diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Bogor, Hadijana, Selasa (14/6/2022).

"Untuk meningkatkan cakupan jangkauan JKN dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar seluruh stakeholder," kata Hadijana.

Salah satu upaya untuk  meningkatkan cakupan JKN dan pelayanan dasar kesehatan, Pemkab Bogor menerbitkan Kartu Bogor Sehat yang terintegrasi dengan kartu JKN-KIS dari BPJS.

Baca juga: Kombes Susatyo Tersenyum Kendaraaan Dinas Patwal Satlantas Polresta Bogor Kota Meraih Penghargaan

"Kita prioritaskan layanan bagi fakir miskin, masyarakat tidak mampu dan penyandang masalah kesejahteraan sosial,” ungkapnya.

Program Kartu Bogor Sehat ini dilaksanakan sejak 2019, penerima manfaat 572.919 orang, tahun 2020 sebanyak  510.661 orang dan tahun 2021 sebesar 542.975 orang.

"Total anggaran sejak 2019 sampai dengan tahun 2021 adalah sebesar Rp 384,99 milyar. Program ini akan terus dilanjutkan," jelas Hadijana.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved