Komisi D DPRD DKI Minta Pembangunan Klaster di Pesanggrahan Jaksel Dihentikan

Tak hanya itu, lanjut August Hamonangan, diketahui dari 19 bangunan ternyata hanya 14 bangunan yang memiliki IMB.

Istimewa
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta August Hamonangan meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk memerintahkan penghentian pembangunan klaster di Jalan Nuri RT 02 RW 03, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, karena ditemukan banyak pelanggaran yang dilakukan pengembangnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta August Hamonangan meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk memerintahkan penghentian pembangunan klaster di Jalan Nuri, RT 02 RW 03, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Sebab jata August ditemukan banyak pelanggaran yang dilakukan pengembangnya, sehingga bisa merugikan masyarakat.

"Banyak sekali pelanggaran yang diduga dilakukan pengembang klaster tersebut. Sepertinya pengembang itu tidak mengikuti kaidah-kaidah dan norma-norma yang ada," kata August Hamonangan kepada wartawan, Senin (13/6/2022).

Dia membeberkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pengembang tersebut di antaranya pelanggaran terhadap Peraturan Zonasi dan pelanggaran Garis Sempadan Bangunan (GSB) terhadap Garis Sempadan Jalan (GSJ) dan terhadap Garis Sempadan Sungai (GSS).

"Selain itu, pembangunan perumahan kluster tersebut diduga juga melanggar IMB dan terindikasi pelanggaran HAM atas privasi," jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut August Hamonangan, diketahui dari 19 bangunan ternyata hanya 14 bangunan yang memiliki IMB.

Tapi, ungkapnya, 8 IMB di antaranya berlokasi di Kelurahan Ulujami, bukan di Kelurahan Pesanggrahan.

Baca juga: Mengaku Dipaksa Tanggung Jawab, Bupati Bogor Ade Yasin: Ini Namanya IMB, Inisiatif Membawa Bencana

August Hamonangan memastikan dirinya akan memantau perkembangan kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengembang tersebut.

Ia pun mempertanyakan kenapa pembangunan klaster tersebut dilanjutkan kembali padahal sebelumnya sudah disegel bahkan dirobohkan karena terbukti melakukan pelanggaran.

"Selain itu pelanggaran ini sedang berproses di pengadilan, kok Pemprov DKI membiarkan pengembang melanjutkan pembangunan. Ini sudah jelas sekali pengembang tidak menghormati aturan hukum yang berlaku," tegas August Hamonangan.

Langgar IMB, Pemkot Jaksel Bongkar Proyek Pembangunan Rumah Mewah di Pondok Pinang

Lurah Akui Pelanggaran

Sebelumnya, Lurah Pesanggrahan Jumadi membenarkan bahwa proyek pembangunan klaster perumahan yang diprotes warga Komplek Jerman, di Jalan Nuri, RT 02 RW 03, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pernah disegel dan dibongkar bangunannya.

Dia juga membenarkan bahwa pengembang klaster tersebut kini telah kembali membangun padahal penyelesaian terhadap pelanggaran tersebut tengah berproses secara hukum.

“Benar pernah disegel dan dibongkar bangunannya beberapa waktu lalu. Benar juga sekarang ini pembangunan klaster dilakukan kembali, padahal sedang digugat di pengadilan,” kata Jumadi saat dihubungi melalui telepon, Senin (6/6/2022).

Baca juga: Tinjau Lokasi Longsoran Sampah TPA Cipeucang, BBWSCC Bakal Lakukan Kajian Penetapan GSS

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved