Virus Corona

Pakar Epidemiologi Ingatkan PPKM Masih Diperlukan, Apalagi Masuknya BA4 dan BA5

Pakar Epidemiologi Dicky Budiman dari Griffith University, menanggapi kenapa terjadi tren peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.

Dokumentasi Pribadi Dicky Budiman
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pakar Epidemiologi Dicky Budiman dari Griffith University, menanggapi kenapa terjadi tren peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.

Hal ini disebabkan karena fenomena penurunan proteksi setelah empat bulan.

"Khususnya bicara dua dosis, dan meskipun yang sudah terinfeksi. Kemudian adanya potensi re-infeksi juga terjadi. Termasuk adanya sub varian baru yang lebih efektif menyebar seperti BA.4 dan BA.5," paparnya pada Tribunnews, Minggu (12/6/2022).

Di sisi lain situasi dipermudah dengan mobilisasi dan interaksi yang jauh lebih tinggi.

Serta ada beberapa pelonggaran dari beberapa kebijakan.

Baca juga: Pemerintah Buka Peluang PPKM Dihapus, Tri Adhianto : Sudah Kota Bekasi Siap

Sehingga, Dicky pun selalu mengingatkan jika PPKM masih penting.

Dicky pun menambahkan, jika kapasitas ingin kembali 100 persen dalam melakukan aktivitas, maka pastikan sirkulasi atau ventilasi bagus.

Lalu pastikan orang-orang bisa menjaga kebiasan yang baik dengan memakai masker, mencuci tangan, dan protokol kesehatan lainnya.

"Bicara soal masker, ketika sudah tidak dalam mandatori pastikan sudah ada terbangun literasi risiko dengan terlihat seperti hal nya negara di Jepang," kata Dicky.

Di Jepang, menurut Dicky tidak ada kewajiban memakai masker.

Tapi dengan strategi komunikasi risiko yang tepat, pemerintah berhasil membuat masyarakat secara sukarela memakai masker.

"Nah itu yang harus kita bangun karena bermanfaat untuk dirinya, orang lain dan keluarganya," kata Dicky.

Masih Terkendali

Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah masuk Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved