Properti

Apa Saja Dasar Hukum Mengurusi Izin Bangunan Gedung? Begini Penjelasan Konsultan SLF

Menurutnya, bangunan sendiri memiliki fungsi sebagai tempat tinggal manusia untuk melakukan berbagai macam kegiatan.

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
PILUSTRASI: Pembangunan tahap dua Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (12/6/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setiap proses pembuatan atau konstruksi di Indonesia memiliki dasar hukum yang mengatur tentang hal tersebut. Seperti halnya Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2002 berisikan peraturan pembangungan gedung.

Konsultan SLF Catur Iswanto mengulas isi dan penjelasan terkait regulasi atau aturan tersebut.

"Yang dimaksud bangunan gedung adalah bentuk fisik hasil konstruksi yang seluruh atau sebagiannya berada dipermukaan tanah atau air," papar Catur dalam siaran tertulisnya, Minggu (12/5/2022).

Menurutnya, bangunan sendiri memiliki fungsi sebagai tempat tinggal manusia untuk melakukan berbagai macam kegiatan.

Peraturan bangunan gedung telah dijabarkan secara rinci pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021.

"Tentu peraturan ini dibuat karena memiliki tujuan untuk menjelaskan tata cara lebih lanjut tentang undang-undang bangunan gedung," ujar Catur.

Diantara lain beberapa tujuannya ialah pertama terang Catur, membuat bangunan fungsional dan sesuai dengan tata bangunan gedung yang sesuai dengan lingkungan tinggalnya.

Kedua, membuat penyelenggaraan bangunan secara tertib untuk memeriksa dan menjamin kualitas keselamatan, kemudahan, kenyamanan, dan kesehatan gedung.

"Dan yang ketiga, membentuk kepastian hukum tentang penyelenggaraan gedung," paparnya.

Fungsi Bangunan Gedung

Konsultan SLF dari PT Ria Konsultan ini menerangkan bahwa bangunan gedung memiliki fungsi dalam Bab III pasal 5 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 yang mengaturnya.

Fungsinya meliputi sebagai hunian, sosial budaya, keagamaan, usaha, dan fungsi khusus.

Pertama, terkait fungsi hunian ialah bangunan gedung difungsikan sebagai tempat tinggal manusia. Tempat tinggal yang dimaksud, meliputi rumah tinggal tunggal, rumah susun, rumah tinggal deret, dan rumah tinggal sementara.

"Fungsi ini berkaitan dengan kebutuhan primer manusia," terang Catur.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved