Pilpres 2024

Sekjen PKS: Kalau Enggak Punya Mental Pemenang, Enggak Usah Berkoalisi dengan Kami

Menurutnya, salah satu yang terpenting dalam membangun koalisi adalah harus siap menang Pilpres 2024.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Fransiskus Adhiyuda
Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah kriteria soal mitra koalisi yang akan dibangun bersama. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah kriteria soal mitra koalisi yang akan dibangun bersama.

Menurutnya, salah satu yang terpenting dalam membangun koalisi adalah harus siap menang Pilpres 2024.

Bahkan, secara terang-terangan, PKS tak akan mau berkoalisi dengan parpol yang memiliki mental kalah sebelum 'perang'.

Baca juga: Waketum PPP: Parpol Tak Ingin Ambil Orang Jadi Capres Hanya karena Surveinya Tinggi dan Ada Pemodal

Hal itu disampaikan Habib Aboe saat wawancara eksklusif dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Jakarta, Kamis (9/6/2022).

"Koalisi yang diinginkan PKS pada Pilpres 2024 mendatang, pasti koalisi yang siap menang dan punya mental pemenang."

"Kalau enggak punya mental pemenang, enggak usah berkoalisi dengan kita lah," ujar Habib Aboe.

Baca juga: Kampanye Pemilu 2024 Cuma 75 Hari, Bekas Ketua Bawaslu: Kayak Kejar Tayang

Kata Aboe, mitra koalisi parpol yang ingin bersama PKS harus memiliki keyakinan sama terhadap capres yang mau diusung.

Sebab, Habib Aboe menilai membangun mitra koalisi seperti perjodohan, harus berkomunikasi lebih intens soal capres, bagaimana peluangnya, dan memiliki kesamaan visi dan misi untuk bangsa.

"Koalisi ini seperti perjodohan, perjodohan kita seperti partai pengusung ada capresnya, cuma harus klop, jangan antara yang ngusung enggak klop, sampai sini harus clear," bebernya.

Baca juga: Bentuk Poros Ketiga Bersama PKB, Sekjen PKS: Tembok Berlin Kita Pecahkan

Aboe juga mengatakan, pihaknya memiliki mekanisme tersendiri dalam mengusung capres.

Majelis Syuro PKS berkomunikasi dan berkumpul sedikitnya enam bulan sekali.

Di situ, jajaran DPP juga memberikan masukan soal nama yang berpeluang untuk diusung.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 9 Juni 2022: 7 Pasien Meninggal, 410 Sembuh, 556 Orang Positif

"Berkumpul enam bulan sekali. Masukan-masukan dari tim DPP, yang mengambil survei untuk perbandingan yang ada."

"Survei kita punya sendiri, oh bener ini survei. Yang menarik, survei kita punya kesamaan dengan Kompas," ungkapnya. (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved