Lifestyle

Cegah Malnutrisi Akibat Kehilangan Selera Makan Pada Sebagian Besar Lansia

Malnutrisi menunjukkan efek buruk yang dapat dialami pada sebagian besar lansia, yaitu kelemahan dan gangguan pada otot

dok. Astra Life
Ilustrasi lansia. Pola hidup sehat di masa muda bisa menurunkan berbagai potensi dan risiko penyakit kritis yang juga turut berdampak pada kualitas hidup di masa lanjut usia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --  Seiring usia nafsu makan lansia (lanjut usia) menurun.

Hal ini dipengaruhi berbagai faktor.

Menurut Dr. Toto, karena faktor usia, hormon-hormon pengatur selera makan pada lansia cenderung sudah menurun.

Selain itu juga faktor lain seperti gigi yang banyak tanggal alias ompong yang membuat kemampuan mengunyah terhambat.

Baca juga: Lansia Bisa Rentan Terkena Kanker Darah, Kenali Gejalanya untuk Pendeteksian Dini

Hal ini  berpotensi menyebabkan lansia mengalami malnutrisi.

Malnutrisi menunjukkan efek buruk yang dapat dialami pada sebagian besar lansia, yaitu kelemahan dan gangguan pada otot.

Untuk menghindari lansia alami malnutrisi, nafsu makan harus terus dijaga.

Salah satunya dengan meningkatkan selera makan lansia.

Baca juga: Hari Lanjut Usia Nasional ke-26, Tri Rismaharini: Tak Semua Lansia Bersedia Tinggal di Balai Lansia

Peningkatan selera makan ini membantu dalam pemenuhan asupan gizi yang baik, yang berujung pada perbaikan kondisi fisik dan kualitas hidup lansia yang diantaranya terukur dari hasil analisa darah dan anthropometri pada sebuah study bertajuk “Elderly Project”.

PT Ajinomoto Indonesia bekerjasama dengan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan penelitian “Elderly Project” yang dikepalai oleh Dr. Toto Sudargo, M.Kes, dosen di Departemen Gizi FK-KMK UGM.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian program makanan dengan kandungan tinggi protein, energi, vitamin, dan mineral tetapi rendah garam, gula, dan lemak, dapat meningkatkan status gizi pada lansia yang berujung pada peningkatan kualitas hidupnya.

Periode penilitian ini dilakukan pada Oktober 2021 – Januari 2022, dengan metode purposive sampling, dengan lokasi penelitian di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Unit Abiyoso dan BPSTW Budi Luhur - Yogyakarta.

Baca juga: Malnutrisi Tingkatkan Lama Rawat inap dan Frekuensi Pasien Perlu Dirawat Kembali di RS

Kedua lokasi penelitian tersebut dipilih selain keduanya bersedia menjadi tempat penilitian, kedua BPSTW tersebut belum pernah mendapatkan intervensi serupa, serta memiliki dapur yang mampu menyelenggarakan makanan yang dilakukan secara mandiri.

“Study Elderly Project yang kami lakukan bersama Ajinomoto ini menunjukkan bahwa, setelah diberikan program pemberian makan pada lansia, terjadi penurunan yang signifikan pada kadar gula darah," ungkap Dr. Toto, Jumat (10/6/2022).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved